AswajaNews – Universitas Merdeka Malang (Unmer) Kampus Ponorogo terus berupaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Hal tersebut disampaikan Rektor Unmer Malang, Dr. Pinrhat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., dalam sambutannya pada Kuliah Tamu Unmer Malang Kampus Ponorogo, Sabtu (15/8/2026).
Rektor menyampaikan, Unmer menerima mahasiswa penerima KIP yang mendapatkan dukungan pembiayaan pendidikan dari pemerintah melalui Kemendiktisaintek. Selain itu, Unmer juga menerima dukungan beasiswa melalui jalur aspirasi, termasuk dari PDI Perjuangan, baik untuk mahasiswa di Malang maupun Ponorogo.
“Kami juga menerima mahasiswa KIP. Di sini ada beberapa yang menerima beasiswa KIP. Selain kami terima dari Kemendiktisaintek, kami juga menerima dari aspirasi. Alhamdulillah, kami menerima dari PDI Perjuangan, baik itu di Malang maupun Ponorogo,” ujar Rektor.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut sangat dibutuhkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk dapat mengakses pendidikan tinggi. Terbatasnya kuota KIP membuat proses seleksi harus dilakukan secara ketat.
Pada penerimaan terakhir, Unmer membuka sekitar 180 kuota, sementara jumlah pendaftar mencapai hampir 600 orang. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bantuan pendidikan.
“Ketika kami wawancara, yang hampir 600 itu juga sangat membutuhkan bantuan. Jadi akhirnya kami Unmer mengeluarkan bantuan pendidikan yang bernama Unmer Peduli untuk masyarakat yang tidak mampu,” jelasnya.
Program Unmer Peduli menjadi salah satu upaya kampus untuk membantu calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan tetapi belum memperoleh kuota KIP. Dengan program tersebut, Unmer berupaya agar keterbatasan kuota beasiswa tidak sepenuhnya menjadi penghalang bagi masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Rektor berharap berbagai program bantuan pendidikan tersebut dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Mudah-mudahan program ini berlanjut. Memang banyak masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan merupakan bagian dari kontribusi Unmer dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Kampus diharapkan menjadi salah satu bagian yang turut mencetak generasi unggul untuk menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mudah-mudahan kami akan menjadi salah satu bagian yang bisa mencetak generasi unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Unmer Ponorogo Perluas Akses Pendidikan Lewat KIP dan Program Unmer Peduli





