AswajaNews – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Ponorogo terus memperluas edukasi kebencanaan dengan menyasar generasi muda, termasuk lingkungan pesantren. Kali ini, LPBI NU Ponorogo membekali para santri Pondok Pesantren Annajiyah, Lengkong, Sukorejo, Ponorogo, dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan serta penyelamatan satwa liar melalui pelatihan animal rescue, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teknis mengenai cara menangani satwa liar secara aman, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk menumbuhkan kepedulian santri terhadap kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Dalam pelatihan, para santri mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar penanganan satwa liar dengan memperhatikan keselamatan manusia sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan menghadirkan sejumlah satwa, di antaranya ular, iguana, dan burung hantu.
Melalui pengalaman tersebut, peserta diajak mengenali karakteristik satwa serta memahami langkah yang tepat ketika menemukan atau menghadapi satwa liar di lingkungan sekitar. Pendekatan praktik diharapkan dapat mengubah ketakutan menjadi pemahaman, sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa.
Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Khabib, mengatakan bahwa edukasi animal rescue memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar keterampilan teknis penyelamatan. Menurutnya, pengenalan terhadap satwa liar merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda untuk ikut menjaga keseimbangan ekosistem.
“Menjaga kelestarian satwa liar dan memperlakukan mereka dengan bijak adalah bagian dari ikhtiar kita untuk merawat keseimbangan ekosistem alam yang diciptakan Tuhan,” ujar Khusnul Khabib.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Salma, siswi kelas XI MA Annajiyah, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Ia mengatakan, pelatihan membuat dirinya dan teman-temannya tidak hanya melihat satwa liar sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi juga memahami cara bersikap ketika berhadapan dengan satwa tersebut.
“Acara ini sangat memberikan kesan yang mendalam. Kami diberi tahu cara dan teknik khusus dalam menangani satwa liar. Jadi, kami tidak sekadar takut, tetapi juga memahami bagaimana harus bertindak,” ungkap Salma.
Bagi LPBI NU Ponorogo, keterlibatan santri dalam edukasi penyelamatan satwa merupakan bagian dari penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap alam melalui pendidikan dan praktik nyata.
Melalui sinergi antara edukasi kebencanaan, penyelamatan satwa, dan nilai-nilai kepesantrenan, LPBI NU Ponorogo berharap para santri Pondok Pesantren Annajiyah dapat menjadi generasi yang tanggap, peduli, dan mampu mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Ponorogo.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu. Dengan pengetahuan yang tepat dan kepedulian yang tumbuh sejak dini, generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Belajar Animal Rescue, LPBI NU Ponorogo Bekali Santri Annajiyah Kelestarian Ekosistem





