AswajaNews – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Ponorogo terus memperkuat peran dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, khususnya cuaca ekstrem. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan LPBI NU Ponorogo dalam Rapat Pembahasan Rencana Simulasi Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem yang digelar pada Kamis (1/10/2026).
Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut digelar di Ruang Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kesiapan personel, mekanisme koordinasi, serta sistem respons apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
LPBI NU Ponorogo hadir melalui Wakil Ketua Bidang Kesiapsiagaan, Hesti Nur Laili. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk komitmen LPBI NU sebagai bagian dari unsur masyarakat yang turut berperan dalam memperkuat jejaring dan sinergi penanggulangan bencana di Kabupaten Ponorogo.
Dalam pembahasan, Hesti menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan ketika bencana telah terjadi. Persiapan sejak dini diperlukan agar setiap unsur yang terlibat memahami peran, jalur koordinasi, serta langkah yang harus dilakukan ketika situasi darurat benar-benar terjadi.
“Persiapan menghadapi cuaca ekstrem perlu dilakukan sedini mungkin. Melalui simulasi ini, kita dapat memetakan risiko, mempercepat respons, sekaligus mengurangi dampak yang mungkin dirasakan masyarakat,” ujar Hesti.
Menurutnya, simulasi juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan sistem dan personel di lapangan. Dengan latihan yang terencana, berbagai kemungkinan kendala dalam penanganan darurat dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum menghadapi kejadian yang sebenarnya.
Rapat tersebut membahas sejumlah aspek teknis, mulai dari penyusunan skenario simulasi, penentuan titik evakuasi, mekanisme koordinasi, hingga pembagian peran antara lembaga, unsur keamanan, relawan, dan pihak terkait lainnya.
LPBI NU Ponorogo bersama BPBD dan berbagai stakeholder berkomitmen mematangkan pelaksanaan simulasi agar tidak hanya menjadi latihan bagi para petugas dan relawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Melalui keterlibatan aktif dalam proses perencanaan tersebut, LPBI NU Ponorogo mendorong terbangunnya kesiapsiagaan berbasis kolaborasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana cuaca ekstrem di wilayah Ponorogo.
Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem, LPBI NU Ponorogo Ikut Matangkan Simulasi Tanggap Darurat





