AswajaNews–Universitas Merdeka Malang (Unmer) Kampus Ponorogo menggelar Kuliah Tamu bertema “Transformasi Kebijakan Publik, Kepastian Hukum, dan Penguatan Ekonomi Daerah dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VII periode 2024–2029, Novita Hardini, S.E., M.E., sebagai narasumber. Kuliah tamu menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai kebijakan publik, kepastian hukum, serta penguatan ekonomi daerah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Unmer Malang, Dr. Pinrhat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran Novita Hardini sebagai narasumber memiliki relevansi dengan arah pengembangan Unmer Malang.
Menurutnya, Novita yang berada di Komisi VII DPR RI memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan UMKM, perindustrian, pariwisata, ekonomi kreatif, serta sarana publikasi. Hal tersebut dinilai selaras dengan fokus Unmer Malang dalam mengembangkan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.
“Ini sangat relevan dengan kampus kami, karena Unmer sedang fokus pada pengembangan kewirausahaan,” ujar Rektor.
Ia menjelaskan, pengembangan kewirausahaan di Unmer tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Mahasiswa juga didorong mendapatkan pengalaman praktik melalui berbagai program, termasuk Entrepreneur Day.
Selain itu, Unmer tengah menggagas sertifikasi di bidang kewirausahaan serta pendampingan mahasiswa untuk menjadi wirausaha melalui inkubator kewirausahaan.
“Jumlah mahasiswa yang menjadi wirausaha menjadi salah satu indikator kinerja pergurua,” jelasnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa Unmer Malang sebelumnya pernah menjadi koordinator pembinaan UMKM di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Tidak hanya UMKM, ia juga menyoroti potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Malang dan Ponorogo. Keduanya memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan.
Ia menyebut Malang telah memiliki program Diploma Pariwisata, sementara Ponorogo juga memiliki potensi budaya dan ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bibit pohon dari Novita Hardini kepada pihak Unmer Malang. Penyerahan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bagian dari gerakan menciptakan kampus yang asri.
Rektor menyampaikan apresiasi atas bibit pohon yang diserahkan. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan gerakan Kampus Asri yang dikembangkan Unmer Malang.
“Kampus harus aman, sehat, resik, dan indah sesuai arahan Kemendiktisaintek. Kami sudah implementasikan, bahwa setiap ucapan selamat tidak dalam bentuk karangan bunga, tetapi dalam bentuk bibit pohon,” ungkapnya.
Sebelumnya, Novita menyatakan bahwa bibit pohon tersebut juga merupajan implementasi dari gerakan demokrasi hijau yang sempat dilontarkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.
“Melalui UMKM kita ingin memberikan dampak untuk menyejahterakan masyarakat. Melalui pelestarian lingkungan, kita ingin memberikan dampak melalui penanaman pohon,” pungkas Rektor.
Penyerahan bibit pohon tersebut menjadi penutup rangkaian Kuliah Tamu Unmer Malang Kampus Ponorogo sekaligus mempertegas komitmen perguruan tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.





