AswajaNews – Harga rata-rata daging ayam kampung di Jawa Timur tercatat Rp. 70.139 per ekor pada Senin (10/8/2026). Data tersebut berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.
Berdasarkan data yang ditampilkan Siskaperbapo pada pukul 21.37 WIB, harga daging ayam kampung menunjukkan perbedaan cukup mencolok antarwilayah. Kabupaten Pamekasan menjadi daerah dengan harga rata-rata tertinggi, sedangkan Kabupaten Ngawi tercatat sebagai daerah dengan harga terendah.
Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Pamekasan sebesar Rp. 97.500 per ekor. Sementara itu, harga rata-rata terendah berada di Kabupaten Ngawi sebesar Rp. 50.000 per ekor.
Sejumlah daerah lainnya juga mencatat harga relatif tinggi. Kabupaten Jombang berada di angka Rp.90.000, disusul Banyuwangi Rp. 89.000. Sumenep dan Sampang masing-masing berada di kisaran Rp. 80.000, sementara Bojonegoro tercatat Rp. 80.000 per ekor.
Berikut beberapa daerah dengan harga rata-rata daging ayam kampung tertinggi:
1. Pamekasan: Rp. 97.500/ekor
2. Jombang: Rp. 90.000/ekor
3. Banyuwangi: Rp. 89.000/ekor
4. Sumenep: Rp. 80.000/ekor
5. Sampang: Rp. 80.000/ekor
6. Bojonegoro: Rp. 80.000/ekor
7. Lamongan: Rp. 78.750/ekor
8. Tuban: Rp. 78.333/ekor
9. Blitar: Rp. 77.000/ekor
10. Kota Probolinggo: Rp. 75.000/ekor
Sementara secara provinsi, harga rata-rata Rp. 70.139 per ekor menunjukkan adanya variasi harga antar kabupaten/kota. Perbedaan tersebut terlihat dari pemetaan Siskaperbapo yang mengelompokkan wilayah berdasarkan posisi harga terhadap rata-rata provinsi.
Harga bahan pokok sendiri bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi pasokan serta permintaan di masing-masing daerah. Pantauan harga harian menjadi penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk menyesuaikan kebutuhan dan pengeluaran.




