AswajaNews – Harga daging ayam kampung di sejumlah wilayah Jawa Timur masih berada pada level tinggi. Berdasarkan data SISKAPERBAPO Jawa Timur pada 18 Agustus 2026 pukul 13.19 WIB, rata-rata harga ayam kampung tercatat sebesar Rp. 70.241 per ekor.
Harga tertinggi berada di Kabupaten Pamekasan, mencapai Rp. 97.500 per ekor. Angka tersebut terpaut lebih dari Rp. 27 ribu dibandingkan rata-rata harga Jawa Timur.
Berikut 10 daerah dengan harga ayam kampung tertinggi di Jawa Timur:
1. Kabupaten Pamekasan – Rp. 97.500/ekor
2. Kabupaten Jombang – Rp. 90.000/ekor
3. Kabupaten Banyuwangi – Rp. 89.000/ekor
4. Kabupaten Sampang – Rp. 82.500/ekor
5. Kabupaten Sumenep – Rp. 80.000/ekor
6. Kabupaten Bojonegoro – Rp. 80.000/ekor
7. Kabupaten Lamongan – Rp. 78.750/ekor
8. Kabupaten Tuban – Rp. 77.833/ekor
9. Kabupaten Blitar – Rp. 77.000/ekor
10. Kota Probolinggo – Rp. 75.000/ekor
Data tersebut memperlihatkan bahwa harga di 10 daerah tersebut berada di atas rata-rata Jawa Timur. Bahkan, harga di Pamekasan mencapai sekitar Rp. 27.259 lebih tinggi daripada rata-rata provinsi.
Mengapa Ayam Kampung Cenderung Lebih Mahal?
Tingginya harga ayam kampung tidak terlepas dari karakteristik produksinya. Ayam kampung memiliki pertumbuhan yang relatif lebih lambat dibandingkan ayam ras pedaging. Selain itu, waktu pemeliharaan yang lebih panjang menjadi salah satu kendala dalam produksi skala besar.
Pola pemeliharaan juga turut berpengaruh. Ayam kampung secara tradisional banyak dipelihara secara umbaran atau semi-ekstensif, sehingga lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka.
Hal tersebut juga memperluas potensi ayam dalam menghadapi risiko seperti predator dan kondisi lingkungan. Kehilangan ayam sebelum mencapai usia produktif pada akhirnya dapat memengaruhi jumlah produksi yang tersedia di pasaran.
Di sisi lain, kebutuhan pakan juga menjadi bagian penting dalam efisiensi produksi. Ayam kampung memiliki pertumbuhan yang lebih lambat sehingga waktu untuk mencapai bobot konsumsi menjadi lebih panjang.
Artinya, harga ayam kampung yang lebih tinggi tidak semata-mata disebabkan oleh pakan, tetapi merupakan hasil dari kombinasi karakteristik pertumbuhan, sistem pemeliharaan, produktivitas, risiko kematian, kualitas bibit, serta ketersediaan pasokan.
Kondisi tersebut berdampak ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga ayam kampung dapat berada pada level yang lebih tinggi.
Harga Ayam Kampung di Jatim Tembus Hampir Seratus Ribu, Berikut 10 Daerah Tertinggi





