Aswajanews – Suasana khidmat dan penuh ketenangan menyelimuti kompleks Masjid Besar Tegalsari pada Sabtu pagi, 18 April 2026. Sebanyak 1.622 siswa kelas VI dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 1 SD Ma’arif NU se-Kabupaten Ponorogo berkumpul dalam satu barisan rapi.
Kehadiran ribuan generasi muda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah misi spiritual mendalam untuk menjaga tradisi luhur: Istighosah dan Sambung Sanad Keilmuan.
Kegiatan sakral ini diawali dengan Shalat Hajat berjamaah yang dipimpin langsung oleh ulama karismatik Ponorogo, KH. Abdus Sami’ Hasyim. Di bawah naungan arsitektur masjid yang menjadi saksi sejarah syiar Islam di tanah Jawa, para siswa beserta ratusan guru pendamping menundukkan kepala dengan penuh tawasul.
Mereka melangitkan doa bersama demi kemanfaatan ilmu, keberkahan hidup, serta memohon kelancaran dalam menempuh Tes Kompetensi Agama (TKA) dan Asesmen Akhir Madrasah (AAM).
Dalam sambutannya, Ketua FKKMI Ma’arif NU Ponorogo, K. Imam Mudzakir, SE, MAP, menekankan bahwa kegiatan ini adalah jembatan spiritual. Menurut beliau, memilih Masjid Tegalsari sebagai lokasi istighosah rutin bagi kelas VI adalah bentuk nyata untuk mendekatkan siswa pada akar keilmuan di Ponorogo.
Dengan beribadah di tempat para ulama besar terdahulu menempa diri, diharapkan terjalin koneksi batin antara santri masa kini dengan sanad keilmuan para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo, Dr. Basuki, M.Ag. Beliau mengagumi sinergi dan kolaborasi yang solid antara seluruh MI dan SD Ma’arif di Ponorogo yang mampu menyatukan ribuan siswa dalam satu majelis doa.
Beliau berpesan agar momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus belajar tanpa lelah. Sukses di ujian akhir hanyalah gerbang awal, sementara perjalanan mencari ilmu di masa depan masih panjang dan harus dilandasi dengan adab serta keteguhan batin.
Melalui istighosah ini, LP Ma’arif NU Ponorogo menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh. (iim)





