Bahas Montessori Edisi 7: Penerapan Pembelajaran Multisensori dan Rahasia Menguasai Konsep Abstrak Lewat Alat Peraga Konkret

AswajaNews – Dalam dunia pendidikan anak usia dini, tantangan terbesar bagi pendidik adalah menjembatani pemikiran anak dari hal-hal yang bersifat fisik menuju pemahaman konsep yang abstrak. Menjawab tantangan ini, metode pembelajaran multisensori dengan penggunaan material khusus kini semakin diminati karena terbukti efektif mempercepat daya tangkap anak.

Pembelajaran multisensori adalah pendekatan yang melibatkan lebih dari satu indra dalam satu waktu. Tidak hanya mengandalkan pendengaran (auditori) atau penglihatan (visual), metode ini mengajak anak untuk menyentuh, merasakan, dan menggerakkan objek untuk memahami sebuah prinsip.

Pemanfaatan alat peraga fisik (sensorik) menjadi kunci utama. Tujuannya sederhana namun mendalam, yaitu memberikan fondasi konkret sebelum anak dipaksa memahami simbol atau angka yang abstrak.

Material Khusus: Contoh Kasus “Menara Merah Muda”

Salah satu alat peraga yang paling ikonik dalam metode ini (sering ditemukan pada kurikulum Montessori) adalah Menara Merah Muda (Pink Tower). Alat ini bukan sekadar tumpukan balok biasa. Berikut adalah cara kerjanya secara sensorik:

  1. Dimensi Visual & Taktil: Terdiri dari 10 kubus dengan ukuran yang berbeda secara konsisten. Anak belajar merasakan perbedaan berat dan volume melalui tangan mereka.
  2. Konsep Konkret: Sebelum anak memahami istilah “besar” dan “kecil” secara bahasa, saraf motorik mereka sudah merekam perbedaan tersebut melalui koordinasi mata dan tangan.
  3. Koreksi Diri: Material ini dirancang agar anak bisa menyadari kesalahannya sendiri tanpa perlu dikoreksi guru, yang membangun kemandirian serta logika berpikir.

Mengapa Harus Konkret Sebelum Abstrak?

Para ahli pendidikan sepakat bahwa otak anak bekerja seperti spons yang menyerap pengalaman fisik. Jika seorang anak langsung dijejali rumus matematika (abstrak) tanpa memahami volume atau kuantitas secara fisik (konkret), mereka cenderung menghafal bukan memahami.

“Dengan memegang ‘Menara Merah Muda’, anak sebenarnya sedang memegang konsep geometri dan matematika di tangan mereka sendiri,” ujar seorang praktisi pendidikan anak.

Kesimpulan

Implementasi pembelajaran multisensori melalui material khusus adalah investasi jangka panjang bagi kognitif anak. Dengan memulai dari alat peraga yang dapat disentuh, kita memberikan rasa percaya diri kepada anak untuk mengeksplorasi dunia ide yang lebih rumit di masa depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D