Kwarcab Gerakan Pramuka Ponorogo Gelar KML di Koordinator Gugus Depan Pesantren Putri Al Mawaddah

Aswaja News – Guna meningkatkan kualitas anggota pramuka dewasa untuk membina anggota muda, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab GP) Ponorogo menggelar kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) yang diikuti oleh 109 pembina Pramuka. Acara yang digelar di Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka Pesantren Putri Al Mawaddah ini, berlangsung selama 7 hari pada tanggal 9-15 Juli 2023.

Pembukaan kursus pembina Pramuka mahir tingkat lanjutan yang dibuka pada Ahad, 9 Juli 2023 oleh Ka Kwarcab Ponorogo Aris Isnandar yang diikuti oleh Peserta pramuka penegak yang telah mengikuti masa pengembangan di gugus depan masing-masing setelah Kursus Mahir Dasar atau KMD.

Menurut Ka kwarcab, KML ini merupakan jenjang kedua pada Kursus Pembina Pramuka Mahir yang dititikberatkan pada praktek membina satuan. Untuk peserta KML adalah lulusan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang telah melaksanakan program pemantapan dasar sebelumnya.

KMD adalah jenjang pertama Kursus Pembina Mahir, dimana peserta KMD adalah anggota dewasa yang akan membina anggota muda di gugus depan. Setelah lulus KMD, seorang pembina diharuskan mempraktekkan dan mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya, guna mendapatkan pengalaman membina di gugus depan dalam program pemantapan dasar. Mereka yang telah menyelesaikan pemantapan dasar maka dapat mengikuti KML.


Sesuai dengan ketentuan kurikulum dan keputusan KaKwarnas Gerakan Pramuka No 90/2001 tentang Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjut (KML), yakni peserta mendapatkan materi kursus 90 (sembilan puluh) jam pelajaran yang ditempuh selama 7 (tujuh) hari efektif.

Jika untuk pelatihan KMD peserta mendapat pengalaman belajar di kelas dan tidur di asrama selama empat hari serta belajar di alam terbuka dan tidur di tenda selama tiga hari, namun untuk KML seluruh proses kursus dilakukan di lapangan, yaitu selama tujuh hari efektif mereka berkemah dan mengikuti proses belajar di alam terbuka dengan kegiatan seperti outbond.
Peserta KML juga akan mendapatkan materi, yakni dinamika kelompok, pengembangan sasaran kursus, kepramukaan, prinsip dasar peserta didik dan metode, kegiatan sebagai alat pendidikan, penjelajahan, forum terbuka dan rencana tindak lanjut (RTL).

Disamping materi tersebut peserta KML juga mendapatkan materi tentang cara membina, organisasi, kegiatan di alam terbuka, kewirausahaan, satuan karya pramuka (saka) dan pelengkap. peserta KML juga mendapatkan materi pelaksanaan, metode, jenis kegiatan, tujuan, contoh kegiatan, golongan penegak, ambalan penegak, golongan pandega, racana pandega, dan penerapan kegiatan kepramukaan.

“Setelah mengikuti KML, seorang pembina harus melakukan pemantapan lanjutan untuk menjadi seorang Pembina Mahir. Kursus Pembina Pramuka Mahir (Dasar dan Lanjutan) merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan, karena saling melengkapi.” Imbuhnya. (IIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *