Mengasah Nalar Falakiyah:Santri MA Al Islam Joresan Menghitung Hilal awal Syawwal 1447 H

Aswajanews – Di bawah atap Pendopo Asrama Putra MA Al Islam Joresan, sebuah tradisi intelektual Islam yang agung sedang dirawat. Kamis Siang, 5 Maret 2026 Sebanyak 250 siswa kelas XI berkumpul bukan sekadar untuk belajar, melainkan untuk mempraktikkan langsung ilmu warisan peradaban: Ilmu Falak. Dalam kegiatan kokurikuler yang penuh antusiasme ini, para siswa melakukan proses hisab atau perhitungan astronomis untuk menentukan awal bulan Syawwal 1447 H.

​Kegiatan ini menjadi momen krusial bagi para santri untuk menjembatani teori yang mereka pelajari di dalam kelas dengan realitas astronomi di lapangan. Di bawah bimbingan langsung Ust. Safrudin Rusdy beserta guru guru ilmu falak dari Observatorium Ibnu Syatir Al Islam Joresan, para siswa belajar bahwa menentukan waktu bukan sekadar melihat kalender, melainkan tentang ketelitian menghitung pergerakan benda langit.

​Menyingkap Data di Balik Cakrawala
​Berdasarkan perhitungan matematis yang dilakukan pada posisi koordinat 7° 52′ Lintang Selatan dan 111° 29′ Bujur Timur, para siswa berhasil menghimpun data ilmiah yang presisi. Hasil hisab menunjukkan bahwa ijtima’ atau konjungsi diperkirakan terjadi pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2026 pukul 08:23:25 WIB.

​Pada saat matahari terbenam di hari tersebut, posisi hilal tercatat telah berada di atas ufuk dengan ketinggian 2° 2′ 29,83″ dan elongasi sebesar 5° 33′ 30″, dengan posisi hilal yang berada di sebelah utara matahari. Data ini menjadi bukti nyata kemampuan teknis para siswa dalam mengoperasikan rumus-rumus astronomi Islam yang kompleks.

​Namun, praktik ini tidak hanya mengajarkan cara menghitung, tetapi juga melatih kearifan dalam beragama. Para siswa menyadari bahwa berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dinyatakan memenuhi syarat imkanur rukyat apabila telah mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Karena hasil perhitungan berada di bawah ambang batas tersebut, kegiatan ini ditekankan sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan laboratorium pembelajaran, bukan sebagai penetapan resmi. Keluarga besar MA Al Islam Joresan tetap berkomitmen untuk menantikan hasil Sidang Isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada 19 Maret 2026 sebagai otoritas resmi negara.

Kepala Madrasah, Imron Ahmadi, S.Ag menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa Ilmu Falak adalah mata pelajaran wajib di MA Al Islam Joresan yang bertujuan membekali siswa dengan kecakapan praktis. Menurut beliau, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter teliti, kritis, serta rasa cinta terhadap khazanah keilmuan Islam.

​Melalui pengalaman langsung ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga cakap dalam sains, siap berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan bekal ilmu yang mumpuni. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D