AswajaNews – Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menyiapkan anggaran lebih dari Rp500 juta untuk penyelenggaraan Grebeg Suro 2026, agenda budaya tahunan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Kegiatan ini dijadwalkan dibuka pada 6 Juni 2026 di Alun-Alun Ponorogo.
Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiarto, menjelaskan bahwa Grebeg Suro merupakan salah satu agenda unggulan daerah. Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya Reog Ponorogo, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Salah satu rangkaian utama Grebeg Suro tahun ini adalah Festival Reog Remaja (FRR) ke-22 dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31. Kedua festival ini akan diikuti 31 grup reog dari berbagai daerah, menampilkan keunikan seni pertunjukan khas Ponorogo.
FRR akan berlangsung pada 7–10 Juni, sedangkan FNRP dijadwalkan 11–14 Juni 2026. Malam penutupan sekaligus pengumuman pemenang kedua festival akan digelar pada 15 Juni, menutup rangkaian kegiatan dengan meriah.
Menurut Agus, Grebeg Suro bukan hanya soal hiburan dan pelestarian budaya. Dampaknya juga terasa pada sektor ekonomi, mulai dari usaha mikro, perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi, yang ikut terdorong selama festival berlangsung.
Untuk mendukung pelaksanaan, Pemkab Ponorogo mengalokasikan dana sekitar Rp500 juta dari APBD. Selain itu, pelaksanaan kegiatan juga melibatkan sponsor dan mitra swasta, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas budaya.
Agus menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Dengan dukungan tambahan dari pihak ketiga, diharapkan Grebeg Suro 2026 dapat menghadirkan pengalaman wisata budaya yang menarik dan aman bagi pengunjung.
Dengan persiapan matang dan dukungan anggaran, Ponorogo berharap Grebeg Suro 2026 tidak hanya memperkuat citra budaya lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menegaskan posisi kota ini sebagai tujuan wisata budaya nasional.***





