AswajaNews – Kuliner khas Trenggalek punya daya tarik kuat bagi wisatawan yang ingin mengenal cita rasa lokal Jawa Timur. Selain destinasi alamnya, Trenggalek juga dikenal lewat makanan tradisional yang masih mudah ditemukan dan dipromosikan lewat kanal resmi pariwisata daerah.
Salah satu yang paling populer adalah nasi gegok atau sego gegok. Portal wisata resmi Trenggalek menjelaskan makanan ini sebagai kuliner khas masyarakat Trenggalek, dengan ciri utama rasa pedas dan lauk ikan teri yang dibungkus nasi.
Selain itu, ada nasi pindang khas Trenggalek yang punya karakter kuah berbeda dari olahan daging pada umumnya. Sumber resmi Disparbud Trenggalek menyebut menu ini menggunakan daging dan iga sapi, tidak memakai santan, serta dipadukan dengan labu siam, kemiri, dan kluwek.
Kuliner lain yang layak masuk daftar adalah sompil khas Trenggalek. Dalam keterangan resmi, sompil dijelaskan sebagai makanan berbahan utama lontong dan sayur lodeh, sehingga cocok bagi pencinta menu tradisional dengan rasa gurih dan sederhana.
Untuk menu berbahan ayam, Trenggalek juga punya ayam lodho yang cukup legendaris. Situs resmi pariwisata daerah mencatat salah satu pelaku kuliner ayam lodho di Trenggalek telah berdiri sejak 1987, dan kuliner ini disebut terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2018.
Tak hanya makanan berat, Trenggalek juga dikenal lewat camilan khas bernama alen-alen. Website desa di bawah domain resmi Pemkab Trenggalek menjelaskan alen-alen sebagai jajanan khas Trenggalek berbentuk bulat berlubang di tengah, mirip cincin atau ali-ali dalam bahasa Jawa.
Selain alen-alen, keripik tempe juga kuat sebagai oleh-oleh khas daerah. Masih dari domain resmi Pemkab Trenggalek, keripik tempe disebut sebagai salah satu oleh-oleh khas yang digemari masyarakat dan berkembang lewat usaha rumahan.***





