100 Kader Militan ISNU Siap Kawal Dakwah Moderasi Beragama

Aswajanews — Sekitar 100 kader muda Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dari berbagai daerah di Jawa Timur menyatakan kesiapan menjadi garda terdepan dakwah moderasi beragama dalam kegiatan Madrasah Kader (MK) ISNU Jawa Timur yang berlangsung di Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan, 26–28 Juni 2026.

Forum kaderisasi yang diinisiasi oleh PW ISNU Jawa Timur tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan ideologi ke-NU-an dan intelektualitas kader, tetapi juga mempertegas posisi strategis ISNU sebagai penggerak narasi Islam moderat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Salah satu materi penting dalam kegiatan itu disampaikan oleh Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama Kementerian Agama RI, Dr. H. Sholehuddin, S.Ag., M.Pd.I. Dalam paparannya bertajuk Navigasi Moderasi Beragama untuk Perdamaian Global, ditegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar jargon administratif, melainkan cara pandang dalam beragama yang menempatkan keseimbangan, toleransi, dan kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi ketegangan politik global, konflik identitas, hingga polarisasi sosial yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam situasi tersebut, Indonesia dinilai memiliki modal sosial dan keagamaan yang kuat untuk menjadi contoh perdamaian dunia melalui praktik keberagamaan yang moderat.

“Moderasi beragama adalah ikhtiar menjaga harmoni antara komitmen keagamaan dan komitmen kebangsaan,” demikian salah satu pokok gagasan yang mengemuka dalam forum tersebut.

Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma berpikir (mental model) dalam menghadapi persoalan sosial-keagamaan. Pendekatan Iceberg Analysis dan U-Process yang diperkenalkan menekankan bahwa konflik tidak cukup diselesaikan pada permukaan peristiwa, tetapi harus menyentuh akar budaya, struktur sosial, hingga cara pandang masyarakat.

Dalam konteks itu, ISNU dipandang memiliki posisi sentral. Sebagai wadah kaum sarjana Nahdlatul Ulama, ISNU tidak hanya bertugas mencetak intelektual akademik, tetapi juga membangun agen transformasi sosial yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke dalam ruang publik, pendidikan, kebijakan, dan kehidupan digital.

Peran sentral ISNU semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan munculnya narasi ekstremisme berbasis media sosial. Kader-kader ISNU didorong menjadi kelompok intelektual yang mampu menghadirkan dakwah berbasis ilmu pengetahuan, dialog, dan penguatan kebangsaan.

Ketua panitia kegiatan menyebutkan bahwa Madrasah Kader menjadi investasi jangka panjang NU dalam menyiapkan generasi pemikir yang tetap berakar pada tradisi, tetapi mampu menjawab tantangan zaman. Melalui penguatan moderasi beragama, ISNU diyakini dapat ikut menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk.

Di tengah berbagai gejolak dunia, kader-kader ISNU diharapkan menjadi penjaga nalar keagamaan yang teduh, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Dengan semangat itu, 100 kader militan ISNU bukan sekadar peserta pelatihan, melainkan representasi harapan lahirnya intelektual muda NU yang siap mengawal Indonesia tetap jaya melalui dakwah moderasi beragama. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D