Menghidupkan Asyuro: Mengapa Kita Memuliakan Anak Yatim di Bulan Muharram?

Oleh: K. Imron Ahmadi, S.Ag

*********

​Bulan Muharram adalah pembuka tirai tahun baru Islam, sebuah masa yang disematkan Allah SWT sebagai salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum). Di jantung bulan ini, terdapat sebuah hari yang begitu agung: Hari Asyuro (10 Muharram).

​Sejarah mencatat Asyuro sebagai hari kemenangan bagi para kekasih Allah. Pada hari ini, Nabi Nuh AS diselamatkan dari bahut banjir besar, dan Nabi Musa AS beserta kaumnya dibebaskan dari tirani Fir’aun. Asyuro adalah simbol optimisme. Sebuah pembuktian bahwa setelah badai kesulitan yang panjang, pertolongan Allah pasti akan datang.

​Bagi masyarakat Muslim di Nusantara, hari Asyuro telah lama melekat dengan tradisi santunan anak yatim, hingga sering disebut sebagai Idul Yatama (Lebaran Anak Yatim).

Namun, dari mana korelasi ini bermula?
​Secara edukatif, hubungan antara Asyuro dan anak yatim dibangun di atas tiga pilar utama:

  • ​Pilar Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs).
    Jika puasa Asyuro berfungsi menghapus dosa-dosa setahun yang lalu secara vertikal (kepada Allah), maka menyantuni anak yatim adalah penyempurna horizontal (kepada sesama manusia). Kesalehan ritual disempurnakan oleh kesalehan sosial.
  • ​Pilar Keberkahan Waktu (At-Tausi’ah).
    Hari Asyuro adalah momentum pelipatgandaan pahala. Para ulama mengajarkan bahwa melapangkan nafkah dan memberi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan di hari ini akan mengundang aliran rezeki sepanjang tahun.
  • ​Pilar Perlindungan Sosial.
    Anak yatim adalah representasi dari kelompok yang kehilangan figur pelindung. Menghadirkan keceriaan bagi mereka di hari kemenangan (Asyuro) adalah bentuk jaminan sosial yang diajarkan Islam agar tidak ada satu pun jiwa yang merasa sendirian.

​Berdasar pada Wahyu Alloh SWT dan Sabda Nabi Muhammad SAW menjadi landasan untuk memahami kemuliaan ibadah ini, dalil-dalil kuat yang mengorelasikan antara anjuran berbagi di hari Asyuro dan keutamaan mengasuh anak yatim:
​Allah SWT menegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 220, bahwa fokus utama umat Islam terhadap anak yatim adalah memperbaiki urusan dan kualitas hidup mereka.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ
​Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,’ dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu.”

Sedangkan ​Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersikap longgar, dermawan, dan royal dalam berbagi di hari Asyuro melalui sabda beliau:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى أَهْلِهِ (وَ عِيَالِهِ) يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ.
​Artinya: “Barangsiapa yang melapangkan (meluangkan rezeki/sedekah) bagi keluarganya pada hari Asyuro, maka Allah akan melapangkan rezekinya di sepanjang tahun itu.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).

​Sufyan bin Uyainah (seorang ulama besar generasi Tabi’ut Tabi’in) menyatakan: “Kami telah mempraktikkan hadits ini selama 50 atau 60 tahun, dan kami tidak mendapati kecuali kelapangan rezeki.” Menyalurkan kelapangan ini kepada anak yatim adalah cara terbaik mengetuk pintu langit.

​Tradisi “mengusap kepala” anak yatim yang dipadukan dengan pemberian santunan (makanan/materi) merupakan resep spiritual yang diajarkan Nabi SAW:

أَتُحِبُّ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ؟ اِرْحَمِ الْيَتِيمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ يَـلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ.
​Artinya: “Apakah kamu ingin hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu, niscaya hatimu akan menjadi lembut dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Ath-Thabrani).

​Tradisi Asyuro bukan sekadar ritual tahunan tanpa makna. Ia adalah panggilan bagi kita semua untuk memanusiakan, mendampingi, dan menjamin masa depan anak-anak yang telah kehilangan sandaran utamanya.
​Melalui Program Santunan Akbar Asyuro, akan menjembatani kepedulian untuk dikonversi menjadi paket pendidikan, nutrisi layak, dan kebahagiaan bagi ribuan anak yatim yang membutuhkan.
​Jangan biarkan momentum pelipatgandaan berkah ini berlalu begitu saja. Amankan pahala terbaik Anda, bentengi diri dengan sedekah, dan raih kelapangan rezeki sepanjang tahun.

Wallohul A’lam bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D