AswajaNews – Pemberangkatan calon jamaah haji asal Jombang tahun 2026 diwarnai suasana haru sekaligus kendala kesehatan. Ribuan pengantar memadati Pendopo Kabupaten Jombang untuk melepas keluarga yang tergabung dalam Kloter 60 dan 61 Embarkasi Surabaya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan sebanyak 528 jamaah diberangkatkan pada tahap awal. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 1.263 calon jamaah haji asal Jombang tahun ini.
“Untuk pemberangkatan hari ini Kloter 60 dan 61 dengan jumlah 528 jamaah,” ujar Ilham Rohim dalam keterangannya.
Namun, tidak seluruh calon jamaah dapat langsung berangkat ke Tanah Suci. Dua jamaah dipastikan menunda keberangkatan setelah dinyatakan belum memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan kesehatan untuk menjalankan ibadah haji.
Selain itu, enam calon jamaah lain yang dijadwalkan berangkat pada kloter berikutnya juga harus menunda perjalanan. Sebagian besar terkendala kondisi kesehatan, termasuk pasangan suami istri yang memilih menunda karena salah satunya sakit.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah calon jamaah haji bernama Mualiful Karim, 59 tahun, yang tergabung dalam Kloter 62 Embarkasi Surabaya. Ia gagal berangkat setelah mengalami gangguan kognitif serius berupa demensia.
Mualiful sempat mengalami kondisi emosional di Asrama Haji Surabaya karena ingin tetap satu kamar dengan istrinya. Namun berdasarkan keterangan petugas, istrinya telah meninggal dunia, sementara jamaah tersebut berangkat bersama anaknya.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan jamaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Menur untuk observasi. Hasil pemeriksaan medis menyatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat kesehatan.
“Yang bersangkutan sudah lupa dengan dirinya sendiri,” kata Anam saat menjelaskan kondisi jamaah tersebut.
PPIH menegaskan pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji di daerah perlu dilakukan lebih teliti agar kasus serupa tidak kembali terjadi di embarkasi. Hingga kini, sejumlah jamaah Embarkasi Surabaya juga tercatat gagal berangkat karena alasan kesehatan dari beberapa daerah.***





