AswajaNews – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus meningkatkan kesejahteraan insan pendidikan melalui program bedah rumah bagi tenaga pendidik dan penunjang sekolah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 135 rumah telah diperbaiki di berbagai daerah.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi guru, tetapi juga tenaga keamanan, petugas kebersihan, dan pihak lain yang mendukung proses pendidikan di sekolah.
Menurut Khofifah, seluruh insan pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Karena itu, mereka dinilai layak mendapatkan perhatian, termasuk dalam pemenuhan tempat tinggal yang layak huni.
Program bedah rumah tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Pada tahun ini, bantuan menyasar 38 rumah yang tersebar di 24 Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Salah satu penerima bantuan adalah Wandhori, tenaga keamanan di SMAN 2 Surabaya. Rumah yang sebelumnya mengalami kebocoran, plafon rusak, hingga dinding lembab kini telah direnovasi sehingga lebih nyaman ditempati bersama keluarga.
Khofifah menjelaskan program itu berasal dari dana zakat yang dihimpun jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas. Dana tersebut kemudian disalurkan untuk program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Selain bedah rumah, dana zakat juga dimanfaatkan untuk program afirmasi pendidikan berupa bantuan beasiswa bagi keluarga kurang mampu. Langkah ini dilakukan untuk mendukung akses pendidikan yang lebih merata di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap seluruh insan pendidikan. Setelah dilakukan survei di sejumlah daerah, penerima bantuan dipilih berdasarkan kondisi rumah yang dinilai layak mendapat perbaikan.
Aries berharap program tersebut dapat menjadi momentum positif pada peringatan Hardiknas 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berkomitmen melanjutkan program serupa agar semakin banyak insan pendidikan yang merasakan manfaatnya.***





