AswajaNews – Kuliner khas Pasuruan tetap punya tempat istimewa di hati warga dan wisatawan. Di tengah banyaknya pilihan makanan modern, sejumlah sajian lokal masih bertahan karena rasa yang khas, nilai tradisi, dan kedekatannya dengan keseharian masyarakat Pasuruan.
Salah satu yang paling dikenal adalah nasi punel. Melalui portal wisata resmi Kabupaten Pasuruan, nasi punel bahkan ditampilkan sebagai kuliner legendaris di Bangil yang ramai dicari sejak pagi hingga malam karena rasa gurihnya yang otentik dan harganya yang terjangkau.
Ciri khas nasi punel terletak pada nasi pulen yang disajikan dengan serundeng, mendol, tahu, sambal, dan beragam lauk seperti empal, paru, hingga sate kerang. Kombinasi lauk sederhana tetapi kaya rasa itu membuat kuliner ini tetap diminati lintas generasi.
Selain nasi punel, Pasuruan juga dikenal dengan kekuatan kuliner pesisirnya. Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyoroti kawasan Semare sebagai tempat yang menyajikan kuliner khas pesisir, seiring aktivitas nelayan kerang dan kupang yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Dari Kota Pasuruan, ada soto patak yang juga masih dicari masyarakat. Portal resmi kelurahan di Kota Pasuruan menyebut soto patak sebagai produk unggulan UMKM Kelurahan Krapyakrejo dengan cita rasa khas, dan menu ini kerap hadir dalam berbagai pameran pemerintah daerah.
Kuliner khas Pasuruan juga berkembang melalui produk olahan rumah tangga. Portal kuliner Kota Pasuruan mencatat olahan kupang sebagai makanan ringan gurih yang mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah, menandakan bahan pangan lokal masih punya pasar yang kuat.
Di wilayah pegunungan, Pasuruan pun memiliki identitas rasa lain lewat Kopi Ledug dari Prigen. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan menyebut kopi ini memiliki cita rasa otentik khas dataran Gunung Welirang dan telah menembus pasar luar negeri.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan sendiri terus mendorong promosi kuliner lokal melalui bazar, pelatihan, hingga pekan raya daerah. Upaya ini menunjukkan kuliner bukan sekadar kebutuhan konsumsi, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi dan identitas daerah.***





