AswajaNews – Wisata religi di Jombang tetap menjadi salah satu daya tarik utama daerah ini. Citra Jombang sebagai Kota Santri sudah lama melekat, dan pemerintah kabupaten menyebut daerah ini dikenal sebagai pusat pendidikan Islam dengan banyak pondok pesantren berpengaruh.
Identitas inilah yang membuat wisata religi di Jombang tidak hanya dipandang sebagai kunjungan spiritual, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah dan budaya daerah.
Daya tarik itu terlihat dari upaya pemerintah daerah yang terus mengembangkan interkoneksi wisata religi edukatif. Program ini menghubungkan empat pesantren besar di Jombang, yakni Tebuireng, Mambaul Ma’arif Denanyar, Bahrul Ulum Tambakberas, dan Darul Ulum Rejoso Peterongan.
Menurut Pemkab Jombang dan Disporapar, empat pesantren tersebut dipandang sebagai pusat pendidikan agama dan spiritual yang sangat berpengaruh, sehingga layak diperkenalkan lebih luas sebagai destinasi religi sekaligus edukasi.
Salah satu tujuan yang paling dikenal tentu kawasan Tebuireng. Di sini, pengunjung tidak hanya datang untuk berziarah ke Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tetapi juga menelusuri jejak KH Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng dan tokoh penting dalam sejarah Islam Indonesia.
Kehadiran Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari juga memperkuat posisi Tebuireng sebagai wisata religi yang memiliki unsur pembelajaran sejarah dan pemikiran Islam.***





