AswajaNews – Dalam upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini, SDN 2 Kemiri Jenangan Ponorogo bekerja sama dengan PR IPNU IPPNU Semanding menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertema “Nyantri Posoan.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 23–25 Februari 2026, dan diikuti oleh 125 siswa-siswi.
Rangkaian kegiatan diawali pada Senin pagi dengan pelaksanaan sholat dhuha berjamaah di lingkungan sekolah. Acara pembukaan disampaikan oleh Kepala Sekolah yang memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti seluruh kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan ilmu dan amal ibadah.

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas bawah (kelas 1–3) dan kelas atas (kelas 4–6), guna mempermudah koordinasi sekaligus menyesuaikan metode pembelajaran.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai pembiasaan religius, seperti pembacaan Asmaul Husna, hafalan surat-surat pendek, praktik ibadah, serta aktivitas kreatif dan rekreatif. Materi keagamaan disampaikan oleh kader dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Ranting Semanding sebagai wujud kontribusi dakwah pelajar NU di lingkungan pendidikan dasar.
Pada hari pertama, pembelajaran difokuskan pada penguatan dasar keimanan dan pemahaman tentang Ramadhan. Siswa kelas bawah menerima materi Rukun Iman, Rukun Islam, serta amalan Ramadhan yang disampaikan oleh Rekanita Rima Arifatul Nurrofi’ bersama Rekan Ahmad Habib Mustofa.
Sementara itu, siswa kelas atas memperoleh materi serupa dari Rekan Muhaimin Isnaini dan Rekan Yoga Wahyu Amanda melalui pendekatan diskusi dan tanya jawab interaktif.
Hari kedua diisi dengan pembelajaran praktik ibadah. Kelas bawah mempelajari wudhu, tayamum, dan praktik sholat bersama Rekanita Yuni Dwi Lestari dan Rekanita Rima Arifatul Nurrofi’.

Adapun kelas atas mendapatkan materi yang disampaikan oleh Saudari Choirunnisa, M.Pd., dan Rekan Kurniawan Bugo Santoso, S.H., dengan penekanan pada ketepatan gerakan, bacaan, serta pemahaman makna ibadah.
Pada hari terakhir, kegiatan difokuskan pada penguatan kebersamaan dan suasana kegembiraan dalam beribadah. Siswa kelas bawah mengikuti kegiatan menggambar dan mewarnai bertema Ramadhan, sedangkan kelas atas mengikuti kegiatan nonton bareng bernuansa edukatif.

Setelah sholat dhuhur berjamaah, peserta kembali ke rumah dan berkumpul lagi di sekolah pukul 15.30 untuk mengikuti kegiatan outbound yang dipandu oleh Rekan Andhika Nur Akbar Pratama, S.Pd. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh keceriaan sebagai sarana membangun kekompakan serta menanamkan nilai kebersamaan.
Menjelang waktu berbuka, siswa dan guru melaksanakan kegiatan berbagi takjil di depan sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial. Seluruh rangkaian Pondok Ramadhan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat tarawih berjamaah, menciptakan suasana Ramadhan yang hangat, religius, dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan Pondok Ramadhan “Nyantri Posoan” ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan agama, tetapi juga pengalaman spiritual dan sosial yang berkesan.

Kolaborasi antara sekolah dan organisasi pelajar NU tersebut menjadi contoh nyata bahwa dakwah dapat dikemas secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan, sehingga nilai-nilai keislaman dapat tumbuh secara alami dalam kehidupan anak-anak.
Penulis: Yuni Dwi Lestari





