AswajaNews – Sejarah Mojokerto tidak bisa dilepaskan dari jejak besar Kerajaan Majapahit. Nama Mojokerto selalu dikaitkan dengan kawasan Trowulan yang hingga kini dikenal luas sebagai pusat tinggalan arkeologis terpenting dari masa kejayaan Majapahit di Jawa Timur.
Trowulan bahkan menempati posisi utama sebagai kandidat lokasi ibu kota Majapahit. Portal resmi Indonesia.go.id menyebut kawasan ini memiliki hirarki tertinggi dibanding situs lain di Jawa Timur dalam penelusuran pusat pemerintahan kerajaan tersebut.
Keterkaitan Mojokerto dengan Majapahit juga terlihat dari banyaknya temuan arkeologi di wilayah itu. Museum Majapahit atau Museum Trowulan dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan hasil temuan arkeologis yang ditemukan di sekitar Trowulan.
Jejak sejarah itu tidak hanya tersimpan di museum, tetapi juga tersebar di sejumlah situs penting. Portal pariwisata resmi Kabupaten Mojokerto menampilkan kawasan sejarah Trowulan sebagai rumah bagi candi, gapura, dan struktur kuno yang menjadi bukti kuat peradaban Majapahit.
Salah satu lokasi yang kerap dikunjungi adalah Pendopo Agung Trowulan. Situs ini diyakini berkaitan dengan narasi besar Majapahit, termasuk tradisi yang menghubungkannya dengan pembacaan Sumpah Palapa oleh Mahapatih Gajah Mada.
Selain itu, ada Candi Kedaton yang disebut sebagai bagian dari kompleks kerajaan Majapahit. Sejumlah ornamen bangunan yang ditemukan dari lokasi ini kini disimpan di Museum Trowulan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah.
Bagi Mojokerto, warisan Majapahit bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi juga identitas daerah. Kecamatan Trowulan sendiri masih menegaskan kedekatan itu, bahkan melalui penamaan wilayah dan berbagai penguatan citra sejarah yang terus dipertahankan.
Karena itu, menelusuri sejarah Mojokerto berarti menelusuri denyut Majapahit. Dari museum hingga situs-situs purbakala di Trowulan, Mojokerto tetap menjadi ruang penting untuk memahami salah satu bab terbesar dalam sejarah Nusantara.***





