Aswajanews – Ngabuburit tak selalu identik dengan keramaian dan deretan pedagang takjil. Di Ponorogo, ada cara berbeda menunggu waktu berbuka: menghabiskannya di Makam Batoro Katong, destinasi religi yang sarat sejarah dan suasana teduh.
Kompleks makam ini merupakan tempat persemayaman Raden Batoro Katong, tokoh sentral yang dikenal sebagai pendiri Kabupaten Ponorogo. Datang ke sini bukan sekadar ziarah, tetapi juga perjalanan menapaktilasi jejak awal berdirinya Bumi Reog.
Menjelang sore hari, suasana di kawasan makam terasa semakin syahdu. Cahaya matahari yang mulai meredup menembus sela pepohonan rindang, menghadirkan nuansa hangat dan menenangkan. Sejumlah pengunjung tampak duduk bersila, melantunkan doa, berdzikir, atau berbincang pelan bersama keluarga. Angin semilir dan lingkungan yang tertata rapi membuat waktu menunggu azan magrib terasa lebih bermakna.
Menariknya, destinasi ini tidak memungut biaya masuk. Pengunjung cukup datang dan menjaga ketertiban selama berada di area makam. Fasilitas parkirnya pun luas, mampu menampung hingga sekitar 1.000 orang, sehingga tetap nyaman meski ramai saat Ramadan.
Berlokasi di Plampitan, Setono, Kecamatan Jenangan, tempat ini mudah diakses dari pusat Kota Ponorogo. Wisata religi ini buka setiap hari, Senin hingga Minggu, pukul 08.00–16.00 WIB.
Bagi Anda yang ingin merasakan ngabuburit dengan nuansa lebih tenang, reflektif, sekaligus memperkaya wawasan sejarah lokal, Makam Batoro Katong layak menjadi pilihan sore ini.





