Bondowoso, Kabupaten Pegunungan di Tapal Kuda yang Jadi Jalur Menuju Kawah Ijen

AswajaNews – Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu daerah di wilayah timur Jawa Timur yang berada dalam kawasan Tapal Kuda. Secara geografis, daerah ini memiliki karakter kuat sebagai kabupaten pegunungan karena dikelilingi rangkaian gunung dan dataran tinggi, sehingga bentang alamnya berbeda dari wilayah pesisir di sekitarnya.

Bondowoso berada di antara kawasan pegunungan Kendeng Utara dengan puncak-puncak seperti Gunung Raung dan Gunung Ijen di sisi timur, serta kaki Pegunungan Hyang dengan Gunung Argopuro di sisi barat. Kondisi ini membuat Bondowoso memiliki suhu udara relatif sejuk, berkisar sekitar 15,40 hingga 25,10 derajat Celsius.

Letak Bondowoso yang berada di jalur pegunungan juga menjadikannya salah satu pintu penting menuju kawasan Kawah Ijen. Dari sisi geografis, jalur Bondowoso menghubungkan kawasan permukiman, perkebunan, dan dataran tinggi menuju Ijen, sehingga daerah ini kerap menjadi bagian dari rute wisata alam di timur Jawa.

Karakter dataran tinggi menjadi salah satu ciri utama Bondowoso. Wilayah baratnya berada di sekitar lereng Argopuro, bagian tengah berupa dataran tinggi bergelombang, sedangkan bagian timur masuk dalam pengaruh Dataran Tinggi Ijen. Pembagian bentang alam ini membuat Bondowoso memiliki variasi lanskap yang kaya, dari perbukitan, lembah, lahan pertanian, hingga kawasan perkebunan.

Sektor perkebunan menjadi salah satu identitas penting Bondowoso, terutama kopi. Kawasan Ijen-Raung di Kecamatan Ijen dan Sumberwringin dikenal sebagai biosite Kopi Bondowoso, dengan perkebunan rakyat dan PTPN XII yang berada di ketinggian sekitar 1.100 hingga 1.550 meter di atas permukaan laut.

Kopi Arabika Bondowoso juga memiliki posisi strategis di Jawa Timur. Kawasan Ijen-Raung disebut menghasilkan sekitar 60 persen kopi arabika Jawa Timur, sedangkan luas areal Kopi Arabika Bondowoso pada 2015 tercatat sekitar 7.054 hektare. Kondisi tanah vulkanik dataran tinggi Ijen yang subur ikut mendukung kualitas komoditas tersebut.

Selain kopi, geografi Bondowoso juga menopang sektor pertanian. Udara sejuk, lahan bergelombang, curah hujan, dan tanah subur di sejumlah kawasan menjadikan daerah ini cocok untuk berbagai aktivitas pertanian dan perkebunan. Tidak mengherankan jika potensi Bondowoso kerap dikaitkan dengan pertanian, perdagangan, perindustrian, dan pariwisata.

Dengan lanskap pegunungan, akses menuju Kawah Ijen, hamparan kebun kopi, serta iklim yang relatif sejuk, Bondowoso memiliki peluang besar mengembangkan wisata berbasis alam. Potensi tersebut dapat diarahkan pada wisata dataran tinggi, agrowisata kopi, jelajah desa, edukasi pertanian, hingga perjalanan alam yang menghubungkan Bondowoso dengan kawasan Ijen dan pegunungan sekitarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D