Suhu Arafah Capai 47 Derajat, Jemaah Haji Diimbau Waspadai Heatstroke saat Wukuf

AswajaNews – Jemaah haji Indonesia yang menjalani rangkaian ibadah di Arafah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem. National Center for Meteorology atau NCM Arab Saudi sebelumnya memperkirakan suhu di Makkah dan kawasan suci pada musim haji 2026 dapat mencapai 47 derajat Celsius, terutama pada siang hari.

Peringatan cuaca panas ini menjadi perhatian serius karena wukuf di Arafah merupakan salah satu puncak ibadah haji yang diikuti jemaah dalam jumlah besar. NCM juga melaporkan Arafah sempat menjadi titik terpanas di kawasan suci, dengan suhu pernah tercatat 48 derajat Celsius pada Sabtu, 23 Mei 2026, dan diperkirakan tetap berada di kisaran sangat panas saat puncak aktivitas jemaah.

Dalam kondisi tersebut, risiko kelelahan akibat panas hingga heatstroke perlu diantisipasi sejak dini. Suhu tinggi, paparan matahari langsung, udara kering, dan padatnya aktivitas ibadah dapat membuat cairan tubuh cepat berkurang, terutama pada jemaah lansia, jemaah dengan penyakit penyerta, dan mereka yang kurang istirahat.

Dokter dari PPIH Arab Saudi, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, mengingatkan jemaah agar tidak menganggap remeh tanda-tanda tubuh mulai kepanasan. Jika badan terasa sangat gerah, jemaah disarankan tidak hanya mengompres bagian dahi, tetapi juga mendinginkan area pembuluh darah besar agar suhu tubuh lebih cepat turun.

Titik yang dianjurkan untuk dikompres antara lain bagian belakang leher, ketiak, dan lipatan paha. Area tersebut memiliki aliran pembuluh darah besar, sehingga pendinginan dengan kain atau handuk basah dapat membantu menurunkan panas tubuh secara lebih efektif saat jemaah berada di tengah cuaca ekstrem.

Selain kompres, jemaah juga dianjurkan membawa botol semprot kecil berisi air untuk membantu mendinginkan kulit. Air dapat disemprotkan tipis ke wajah, leher, dan lengan, kemudian dibantu dengan kipas manual atau kipas portabel agar penguapan memberi efek sejuk pada tubuh.

Jemaah yang sudah menyelesaikan tahallul awal juga disarankan memilih pakaian longgar, tipis, berwarna terang, dan mudah menyerap keringat. Sebaliknya, pakaian gelap, ketat, atau berlapis-lapis sebaiknya dihindari karena dapat memerangkap panas dan membuat tubuh semakin sulit beradaptasi dengan suhu tinggi.

Tanda bahaya seperti pusing berat, mual, kram otot, jantung berdebar, tubuh sangat lemas, hingga kulit terasa panas dan kering tetapi tidak lagi berkeringat harus segera dilaporkan kepada petugas kesehatan. Dalam situasi Arafah yang sangat padat, kepatuhan pada imbauan medis, cukup minum, menghindari paparan matahari langsung, dan saling memperhatikan sesama jemaah menjadi kunci untuk mencegah heatstroke.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D