Magetan Perkuat Pengendalian Hama Tikus dengan 941 Rumah Burung Hantu di Sawah

AswajaNews – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan terus memperkuat strategi pengendalian hama tikus yang menyerang area persawahan. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pengadaan rumah burung hantu atau rubuha bagi kelompok tani.

Program pengadaan rubuha tersebut telah berjalan secara bertahap sejak tahun 2015 hingga 2025. Dalam periode tersebut, Dinas TPHPKP Magetan telah menyalurkan sedikitnya 941 unit rumah burung hantu ke berbagai wilayah pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Romadhon menjelaskan bahwa burung hantu merupakan predator alami hama tikus yang sangat efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem di area persawahan.

Menurutnya, satu ekor burung hantu mampu memangsa sekitar 5 hingga 10 ekor tikus setiap malam. Jumlah tersebut dapat meningkat pada burung hantu indukan karena kebutuhan pakan untuk anak-anaknya yang belum bisa berburu sendiri.

Ratusan rubuha yang telah dibagikan pemerintah daerah sebagian besar ditempatkan di sentra produksi padi, terutama di wilayah yang rawan serangan tikus seperti Kecamatan Kartoharjo, Barat, Karangrejo, Karas, Takeran, Nguntoronadi, dan Kawedanan.

Selain bantuan dari pemerintah, kelompok tani di Magetan juga ikut membangun rubuha secara mandiri. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran petani terhadap efektivitas metode pengendalian hayati dalam mengatasi hama.

Hingga saat ini, total rubuha yang tersebar di wilayah persawahan Magetan mencapai sekitar 1.500 unit, baik dari program pemerintah maupun swadaya masyarakat. Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam pengendalian hama terpadu di daerah tersebut.

Selain pemanfaatan burung hantu, Dinas TPHPKP juga memberikan dukungan berupa alat emposan dan belerang untuk kegiatan pengendalian massal hama tikus yang dilakukan kelompok tani melalui metode gropyokan.

Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menekan serangan hama secara signifikan sehingga produksi padi Magetan tetap stabil bahkan meningkat. Pada 2025, produksi gabah kering giling tercatat mencapai 308.221 ton dari luas panen 50.411 hektare, dan ditargetkan terus meningkat pada tahun berikutnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D