AswajaNews – Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu daerah dengan sejarah perkebunan yang panjang, terutama tembakau. Sejak era kolonial Belanda, Jember menjadi pusat pengembangan tanaman tembakau kualitas tinggi yang diekspor ke berbagai negara Eropa. Perkebunan ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal dan membentuk karakter kota sebagai “kota perkebunan”.
Sejak abad ke-19, Belanda mulai mengorganisasi lahan pertanian di Jember dengan sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel. Lahan-lahan luas diambil alih untuk ditanami tembakau, kopi, dan tebu. Sistem ini memicu arus migrasi pekerja dari berbagai daerah, termasuk dari Madura dan daerah Jawa Timur lainnya, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkebunan.
Migrasi Madura-Jawa ke Jember menciptakan campuran budaya yang unik. Pekerja migran membawa adat, bahasa, dan tradisi mereka, yang kemudian berbaur dengan budaya lokal. Hal ini masih terlihat hingga kini melalui festival, kuliner, dan kesenian rakyat di Jember.
Seiring waktu, perkebunan tembakau di Jember tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga simbol sosial. Banyak keluarga lokal memiliki sejarah panjang terkait pekerjaan di perkebunan, baik sebagai pemilik maupun pekerja. Cerita ini membentuk identitas masyarakat Jember hingga generasi sekarang.
Kota Jember pun berkembang mengikuti dinamika perkebunan. Infrastruktur, perumahan, hingga transportasi banyak dipengaruhi oleh kebutuhan industri perkebunan. Jalan-jalan utama dan kawasan pemukiman awalnya dibangun untuk mendukung mobilitas pekerja dan distribusi hasil perkebunan.
Selain tembakau, perkebunan kopi dan cengkeh juga pernah menjadi sumber ekonomi penting. Namun, tembakau tetap menjadi ikon utama, dengan varietas unggul yang terkenal hingga ke mancanegara. Peran kolonial dalam mengatur produksi dan ekspor turut membentuk peta ekonomi regional.
Kini, warisan kolonial dan migrasi tersebut menjadi bagian dari daya tarik sejarah Jember. Wisata edukatif tentang perkebunan tembakau, museum lokal, dan monumen sejarah menawarkan wawasan tentang perjalanan ekonomi dan sosial daerah ini.
Sejarah kolonial perkebunan, migrasi Madura-Jawa, dan pembentukan kota perkebunan di Jember menunjukkan bagaimana faktor ekonomi dan budaya saling berinteraksi membentuk identitas lokal. Pemahaman akan sejarah ini penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong perkembangan ekonomi masa depan.***





