Aswajanews – Menyambut tahun pelajaran baru dengan semangat baru, MA Al Islam Joresan terus berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas layanan pendidikan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kerja sama sinergis bersama Pascasarjana UIN Ponorogo dalam menggelar workshop intensif penyusunan modul ajar berbasis nilai bagi para pendidik.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu dan Ahad,11-12 Juli 2026 bertempat di gedung Ibnu Hajar lantai II dengan narasumber:
Dr. Basuki, M.Ag
Dr. Wildan Nafii, M.PdI.
Dr. M. Muchlis Huda, M.Pd.I.
Mukhlas Habibi, M.Pd.
Fokus utama dari workshop yang berlangsung selama dua hari ini adalah menyelaraskan pendekatan pembelajaran modern dengan nilai-nilai filosofis yang mengakar kuat di madrasah. Seluruh guru diajak untuk mengorelasikan konsep Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) ke dalam modul ajar yang mereka susun. Muara dari integrasi ini adalah satu tujuan besar: mengejawantahkan visi utama madrasah, yaitu BERKAH (Berprestasi, Edukatif, Religius, Kolaboratif, Adaptif, Humanis).
Sinergi Pemikiran: Sambutan dan Komitmen Bersama.
Kegiatan ini dibuka dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Dalam sambutannya, Kepala MA Al Islam Joresan menyampaikan rasa optimisme yang besar terhadap kesiapan para pendidik dalam menyambut santri baru.
“Workshop ini bukan sekadar pemenuhan administrasi menjelang tahun ajaran baru, melainkan langkah konkret kita untuk merawat tradisi akademik sekaligus melakukan transformasi layanan pendidikan. Dengan mengintegrasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), kita ingin memastikan bahwa setiap ruang kelas di MA Al Islam Joresan menjadi tempat yang aman, penuh kasih sayang, dan merangsang daya kritis santri untuk mencapai visi BERKAH,” tutur Ustadz Imron Ahmadi, S.Ag selalu Kepala Madrasah.
Apresiasi dan dukungan penuh juga disampaikan oleh Dr. Basuki selaku perwakilan dari Pascasarjana UIN Ponorogo. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah merupakan kunci penting dalam melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
“Kami dari Pascasarjana UIN Ponorogo sangat bangga dapat mendampingi MA Al Islam Joresan dalam kegiatan ini. Penerapan metode Deep Learning yang dipadukan dengan KBC adalah langkah yang sangat cerdas. Di satu sisi kita mengasah ketajaman intelektual siswa melalui pembelajaran mendalam, dan di sisi lain kita melembutkan hati mereka dengan pendekatan kasih sayang. Ini adalah wujud nyata dari pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Dr. Basuki dalam sambutannya.
Sinergi antara metode modern, pendekatan humanis, dan visi madrasah ini dijabarkan ke dalam dua pilar utama dalam modul ajar yang disusun oleh para guru:
- Deep Learning (Pembelajaran Mendalam):
Pendekatan ini difokuskan untuk mewujudkan santri yang Berprestasi dalam akademik, Edukatif dalam berfikir, serta Adaptif terhadap pesatnya perkembangan zaman. - Kurikulum Berbasis Cinta (KBC):
Sentuhan pedagogi berbasis kasih sayang ini dirancang secara khusus untuk membentuk karakter santri yang Religius, memiliki jiwa Kolaboratif yang kuat, dan bersikap Humanis terhadap sesama.
Penguatan Kompetensi Pendidik bersama Narasumber Ahli
Untuk memastikan perangkat ajar yang dihasilkan memiliki standar mutu yang tinggi, Dr. Basuki bersama tim narasumber ahli dari Pascasarjana UIN Ponorogo memandu jalannya pelatihan secara runtut dan mendalam. Adapun fokus materi yang disampaikan meliputi:
- Orientasi dan Penyelarasan: Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
- Analisis Kurikulum: Bedah Capaian Pembelajaran (CP) dan Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP).
- Alur dan Kriteria: Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
- Implementasi Perangkat: Penyusunan Modul Ajar secara utuh.
- Evaluasi Terukur: Penyusunan instrumen asesmen formatif dan sumatif yang objektif.
Hasil Nyata: Siap Diimplementasikan di Pekan Pertama.
Melalui kerja sama strategis ini, workshop tidak hanya berhenti pada pemaparan teori di atas kertas. Implementasi nyata langsung terlihat di akhir sesi pada hari Ahad. Sebanyak 75 guru MA Al Islam Joresan berhasil mematangkan draf modul ajar mereka. baik untuk mata pelajaran umum maupun muatan lokal (mulok).
Seluruh perangkat instruksional ini telah dinyatakan matang dan siap diimplementasikan secara langsung mulai pekan pertama masuk sekolah. Dengan kesiapan perangkat ajar yang transformatif dan berbasis nilai-nilai kasih sayang ini, MA Al Islam Joresan siap menyambut kembali para santri untuk bersama-sama melaju dalam transformasi dan mengukir prestasi yang penuh berkah. (iim)





