AswajaNews – Fenomena El Nino 2026 mulai menjadi perhatian serius di Jawa Timur. Sejumlah wilayah Ring 1 seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto disebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis air bersih.
Suhu ekstrem yang terjadi pada Mei ini dikhawatirkan mempercepat penguapan air di waduk, embung, dan sungai besar. Kondisi tersebut dapat berdampak pada ketersediaan air baku yang selama ini menjadi sumber utama layanan PDAM.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memetakan daerah rawan kekeringan. Fokus utama diarahkan pada kawasan padat penduduk dan wilayah industri yang memiliki kebutuhan air tinggi.
Berdasarkan pemantauan cuaca, El Nino tahun ini diprediksi dapat membuat curah hujan turun di bawah normal. Jika kemarau berlangsung lebih panjang, tekanan terhadap sumber air di wilayah perkotaan dan industri diperkirakan semakin besar.
“Wilayah dengan konsumsi air tinggi harus mulai bersiap sejak awal agar dampak kekeringan bisa ditekan,” demikian imbauan yang menguat di tengah langkah mitigasi pemerintah daerah.
Selain mengancam pasokan air rumah tangga, suhu panas juga berpotensi menurunkan kualitas air sungai. Debit air yang menyusut dapat membuat konsentrasi polutan meningkat, terutama di sungai yang menjadi sumber air baku.
Dampak El Nino juga dapat merembet ke sektor pertanian. Area pertanian di sekitar Sidoarjo dan Mojokerto berisiko mengalami gangguan irigasi apabila pasokan air terus menurun selama musim kemarau.
Sektor industri di Gresik dan Pasuruan juga diminta mulai menerapkan efisiensi penggunaan air. Pemanfaatan teknologi daur ulang air dinilai menjadi salah satu solusi agar ketergantungan terhadap sumber air primer dapat dikurangi.
Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi seperti pengaturan waduk dan embung, kesiapan mobil tangki air, serta kampanye hemat air. Masyarakat pun diimbau mulai bijak menggunakan air agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi selama musim kemarau.***





