AswajaNews – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan secara masif menjelang Idul Adha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum hingga setelah proses penyembelihan. Hal ini penting guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular, terutama penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
“Jelang Idul Adha, kami terus mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit,” ujar Khofifah saat meninjau sentra peternakan di Nganjuk, Sabtu.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Pemprov Jatim melalui dinas terkait telah menyiapkan ribuan petugas yang terdiri dari 950 dokter hewan medik veteriner, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 juru sembelih halal (Juleha) bersertifikat.
Menurut Khofifah, keterlibatan tenaga profesional ini menjadi kunci dalam menjamin kualitas hewan kurban, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban.
Di sisi lain, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur juga dipastikan dalam kondisi surplus. Berdasarkan data pemerintah, total proyeksi kebutuhan hewan kurban mencapai 427.060 ekor, yang terdiri dari sapi, kambing, domba, dan kerbau.
Sementara itu, ketersediaan ternak di Jawa Timur jauh melampaui angka kebutuhan. Untuk sapi misalnya, kebutuhan sekitar 70.550 ekor, sedangkan ketersediaannya mencapai lebih dari 629 ribu ekor. Kondisi serupa juga terjadi pada kambing dan domba yang masing-masing mencatat surplus ratusan ribu ekor.
Khofifah menambahkan, keberlimpahan stok tersebut tidak terlepas dari kekuatan sektor peternakan Jawa Timur yang saat ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Selain jumlah yang mencukupi, aspek kesehatan hewan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan bahwa ternak yang tersedia telah melalui proses vaksinasi, penerapan biosekuriti, serta pengobatan secara berkala.
Dengan langkah ini, Pemprov Jatim berharap pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, tanpa kekhawatiran terhadap kualitas maupun kesehatan hewan kurban.***





