Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif di SLB Lewat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

AswajaNews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terus mendorong penguatan pendidikan inklusif di Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Program ini diarahkan untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) Seri Praktik Baik yang menjadi wadah berbagi pengalaman dan inovasi dari berbagai satuan pendidikan di Indonesia. Forum ini dinilai penting untuk memperluas praktik-praktik inspiratif yang telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah.

Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, menegaskan bahwa implementasi 7 KAIH di SLB memerlukan pendekatan yang adaptif sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembentukan kebiasaan positif, tetapi juga pada penguatan karakter peserta didik agar lebih disiplin, berakhlak, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Ia menekankan bahwa pendekatan pendidikan inklusif harus bergerak dari konsep kesetaraan menuju keadilan yang mempertimbangkan kebutuhan individu.

Rita juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi penyandang disabilitas. Ia menilai, meningkatnya kesadaran masyarakat serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi peluang besar dalam memperkuat pendidikan inklusif di Indonesia.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami. Ia menyebut forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan praktik baik yang dapat direplikasi secara lebih luas.

Menurutnya, berbagai inovasi yang muncul dari satuan pendidikan menunjukkan kreativitas dalam membangun kebiasaan positif yang tetap adaptif terhadap kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi, menekankan bahwa implementasi 7 KAIH merupakan bagian dari pendekatan pendidikan yang holistik.

Pendekatan tersebut mencakup pengembangan aspek kognitif, sosial-emosional, kemandirian, hingga keterampilan hidup siswa. Dengan demikian, pendidikan di SLB tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pada kesiapan peserta didik untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui berbagai upaya ini, Kemendikdasmen berharap pendidikan inklusif di Indonesia dapat semakin berkembang dan memberikan akses yang setara sekaligus adil bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D