Hari Tari Dunia 2026 di Surabaya, 35 Sanggar dan Komunitas Tari Jawa Timur Perkuat Identitas Budaya

AswajaNews – Peringatan Hari Tari Dunia 2026 di Surabaya melibatkan lebih dari 35 sanggar dan komunitas tari dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan seni tradisi, komunitas, dan identitas budaya.

Hari Tari Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi para seniman, sanggar, dan komunitas tari di Jawa Timur. Peringatan yang jatuh pada Rabu, 29 April 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang untuk merawat seni tradisi, memperkuat jaringan komunitas, dan menegaskan identitas budaya Jawa Timur.

Di Surabaya, peringatan Hari Tari Sedunia digelar melalui pertunjukan bertema estafet tubuh menari di Graha Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya, Unesa. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 35 sanggar dan komunitas tari dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat ekosistem tari di Indonesia.

Sejumlah penari tampil membawakan karya tari tradisi dan kreasi. Di antaranya, penari dari Sanggar Seni Kaki Pelangi membawakan Tari Bajidor Kahot, penari cilik dari Biyang Agung Art membawakan Tari Srimpi Manggala Retna, serta mahasiswa Sendratasik Unesa menampilkan karya tari bertajuk Flashback Memory in Body.

Peringatan Hari Tari Dunia menunjukkan bahwa tari masih memiliki ruang hidup yang kuat di tengah masyarakat. Sanggar, kampus, komunitas seni, penari anak, mahasiswa, hingga seniman lintas generasi hadir dalam satu panggung untuk membawa ingatan budaya dari daerah masing-masing melalui gerak, kostum, musik, dan ekspresi tubuh.

Hari Tari Dunia diperingati setiap 29 April. International Theatre Institute, mitra UNESCO untuk seni pertunjukan, menyebut peringatan ini mulai digelar pada 1982 oleh Dance Committee of ITI. Tanggal 29 April dipilih untuk mengenang hari lahir Jean-Georges Noverre, tokoh yang dikenal sebagai pencipta balet modern.

Di Jawa Timur, peringatan Hari Tari Dunia memiliki makna yang lebih luas karena tari tidak hanya hadir sebagai tontonan panggung, tetapi juga menjadi bahasa sosial. Surabaya sebagai kota besar memiliki posisi penting dalam ekosistem seni tari Jawa Timur karena menjadi titik temu antara tradisi, komunitas, dan kreativitas baru.

Kehadiran lebih dari 35 sanggar dan komunitas juga memperlihatkan bahwa seni tradisi masih diminati oleh generasi muda. Penari cilik, mahasiswa, dan pelaku seni muda ikut tampil dalam ruang yang sama dengan seniman lain, sehingga memberi harapan bahwa regenerasi tari di Jawa Timur masih berjalan meski tetap menghadapi tantangan ruang tampil, dokumentasi, dukungan publik, dan keberlanjutan komunitas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D