Aswajanews – Ponorogo, 25 April 2026 — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Ponorogo resmi dilantik dalam sebuah seremoni khidmat yang digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (25/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi kader pelajar NU di tengah dinamika sosial dan tantangan generasi muda saat ini.

Dalam kepengurusan periode terbaru, Rekan Muzaki Rhenaldi Habibina resmi dilantik sebagai Ketua PC IPNU Ponorogo masa khidmat 2026-2028 diharapkan mampu membawa organisasi pelajar ini semakin progresif, adaptif, dan tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Momen pelantikan ini diberi tema ” Inkubasi Nilai, Akselerasi Aksi: Transformasi Spirit Cendikiawan Muda yang Berdaya dan Berkelanjutan di Abad ke-2 NU”.
Acara pelantikan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo, pengurus PC Nahdlatul Ulama Ponorogo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo, serta para pimpinan badan otonom (Banom) NU di tingkat kabupaten. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap peran strategis IPNU sebagai wadah kaderisasi generasi muda Nahdliyin.
Dalam sambutannya, perwakilan Forkopimda Bapak Seni (Asisiten Bupati Bidang Kemasyarakatan) memberikan apresiasi atas kiprah IPNU yang dinilai konsisten dalam membina karakter pelajar yang religius, nasionalis, dan berintegritas. IPNU dianggap mampu menjadi benteng moral sekaligus agen perubahan di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital.
Ketua PC NU Ponorogo juga menegaskan bahwa IPNU bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan ruang pembentukan kepemimpinan masa depan. “Dari IPNU inilah lahir kader-kader bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Ponorogo yang baru dilantik, Rekan Habib, menegaskan komitmennya untuk memperkuat gerakan intelektual pelajar serta memperluas jejaring organisasi. Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Secara nasional, IPNU memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Organisasi ini berperan dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat, toleran, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Dalam konteks tersebut, IPNU tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pelajar, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan pelajar NU di Ponorogo, sekaligus kontribusi nyata dalam membangun generasi yang tangguh, berdaya saing, dan berakhlakul karimah. (***)





