AswajaNews – Kuliner khas Sidoarjo tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang, baik warga lokal maupun wisatawan. Situs resmi Pemkab Sidoarjo bahkan memasukkan kuliner sebagai salah satu daya tarik utama daerah ini, dengan daftar makanan khas yang terus dikenal dari generasi ke generasi.
Salah satu yang paling identik adalah kupang lontong. Portal resmi UMKM Sidoarjo menjelaskan bahwa hidangan ini terdiri dari irisan lontong, kupang, dan kuah petis, sementara situs Pemkab menempatkannya di urutan teratas dalam daftar kuliner khas Sidoarjo.
Selain itu, sate kerang juga termasuk kuliner yang terus dicari. Dalam daftar resmi Pemkab Sidoarjo, sate kerang disebut bersama kupang lontong sebagai makanan khas yang direkomendasikan untuk warga maupun turis, menandakan posisinya yang kuat dalam identitas kuliner daerah.
Nama Sidoarjo juga sangat lekat dengan aneka olahan ikan bandeng. Pemkab Sidoarjo menyebut otak-otak bandeng, bandeng asap, dan bandeng presto sebagai bagian dari kuliner khas, sementara pemberitaan resmi pemkab menegaskan bahwa bandeng menjadi salah satu produk olahan unggulan dari daerah ini.
Tak kalah populer, ada ote-ote khas Porong yang dikenal sebagai camilan gurih favorit banyak orang. Dalam daftar kuliner resmi Pemkab Sidoarjo, makanan ini masuk sebagai salah satu rekomendasi khas yang memperkaya ragam rasa Sidoarjo, dari makanan berat hingga kudapan.
Pilihan lain yang juga sering dikaitkan dengan Sidoarjo adalah kerupuk udang, petis udang, dan kothok asem. Ketiganya tercantum dalam daftar kuliner khas versi Pemkab, menunjukkan bahwa kekuatan rasa Sidoarjo tidak hanya bertumpu pada satu hidangan, melainkan pada tradisi olahan hasil tambak dan laut yang beragam.
Kekuatan kuliner Sidoarjo juga didukung oleh karakter daerahnya sebagai penghasil bandeng dan udang. Dalam penjelasan lambang daerah di situs resmi pemkab, bandeng dan udang bahkan menjadi simbol Kabupaten Sidoarjo, sehingga wajar bila banyak makanan khasnya lahir dari kekayaan perikanan tersebut.***





