Tragedi Minamata: Peristiwa Pencemaran Merkuri yang Mengerikan

AswajaNews – Tragedi Minamata merupakan salah satu peristiwa pencemaran merkuri yang berhasil membuka mata dan menjadi perhatian dunia.

Dilansir dari sitkb3.menlhk.go.id, merkuri atau raksa mempunyai bahasa latin Hydrargyrum; salah satu unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol Hg dan nomor atom 80.

Unsur golongan logam transisi tersebut adalah logam yang ada secara alami dan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair.

Merkuri/raksa juga biasa disebut sebagai air raksa. Raksa sendiri merupakan logam yang sangat berat. Dan merkuri kemudian menjadi perhatian dunia usai tragedi Minamata yang mengerikan tersebut.

Minamata sendiri merupakan nama dari sebuah teluk yang berada di kota Minamata, Kumamoto Perfecture, Jepang.

Tragedi merkuri ini terjadi pada 1953, di mana masyarakat di teluk Minamata mengonsumsi ikan yang tercemar Metil merkuri (Methyl mercury).

Diketahui bahwa hal tersebut berasal dari limbah yang dikeluarkan oleh pabrik baterai Chisso Corp. Akibatnya banyak orang yang menderita kerusakan saraf dan organ lainnya.

Lebih parah lagi, pada tahun 1958, Chisso Corp membuang limbah metil merkuri dalam jumlah besar lagi ke Teluk Minamata.

Peristiwa tersebut lalu membuka mata dan jadi perhatian dunia, hingga diadakan konvensi Minamata yang dimulai dengan kajian global tentang merkuri yang dilakukan oleh United Nations Enviroment Programme (UNEP).

Indonesia ternyata juga turut melakukan rativikasi Konvensi Minamata sebagai usaha untuk melindungi kesehatan manusia dan menjaga keselamatan lingkungan hidup lewat pengesahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017.

Hingga akhirnya sejak 2017, Konvensi Minamata Mengenai Merkuri dinyatakan mulai berlaku (entry into force) secara global.*** (M. Sabda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *