AswajaNews – Kabupaten Pacitan memiliki wajah geografis yang khas di Jawa Timur. Daerah ini berada di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur dan langsung berhadapan dengan kawasan pesisir selatan Pulau Jawa. Posisi tersebut menjadikan Pacitan bukan hanya dikenal sebagai daerah wisata pantai, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki karakter alam kuat: pegunungan, perbukitan kapur, lembah, sungai, serta garis pantai yang menghadap Samudra Hindia.
Secara administratif dan geografis, Pacitan memiliki luas wilayah sekitar 1.389,8 kilometer persegi. Pemerintah Kabupaten Pacitan menyebut wilayah ini didominasi topografi perbukitan dan pegunungan, termasuk dalam deretan Pegunungan Seribu. Bentang alam tersebut membuat Pacitan berbeda dari banyak daerah lain di Jawa Timur yang lebih banyak berkembang sebagai kawasan dataran rendah, industri, atau perkotaan.
Data BPS Kabupaten Pacitan juga mencatat letak geografis Pacitan berada pada kisaran 7,55°–8,17° Lintang Selatan dan 110,55°–111,25° Bujur Timur, dengan luas wilayah sekitar 1.389,87 km². Di bagian utara, Pacitan berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur dan Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah. Letak ini memperlihatkan posisi Pacitan sebagai kabupaten perbatasan sekaligus pintu barat daya Jawa Timur.
Karakter Pacitan sebagai wilayah pegunungan kapur memberi pengaruh besar terhadap pola kehidupan masyarakatnya. BPK Perwakilan Jawa Timur menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Pacitan berupa pegunungan kapur yang menjadi bagian dari rangkaian Pegunungan Kidul. Kondisi tanah seperti ini tidak selalu mudah untuk pertanian intensif, tetapi justru membentuk lanskap alam yang kuat, mulai dari gua, tebing, bukit, hingga kawasan karst yang menjadi daya tarik wisata dan potensi konservasi.
Di sisi lain, posisi Pacitan yang menghadap laut lepas membuat daerah ini memiliki potensi pesisir yang besar. Pantai-pantai di Pacitan tidak hanya berfungsi sebagai ruang wisata, tetapi juga menjadi bagian dari identitas geografis daerah. Pesisir selatan Jawa dikenal memiliki karakter ombak yang kuat karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Karena itu, pengembangan kawasan pantai di Pacitan perlu selalu memperhatikan aspek keselamatan, mitigasi bencana, konservasi pesisir, dan tata ruang.
Kekuatan geografis Pacitan juga tampak dari kombinasi pegunungan dan laut yang berada dalam satu wilayah. Di satu sisi, perbukitan dan jalur pegunungan menciptakan pemandangan alam yang menarik, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan aksesibilitas. Tidak semua wilayah mudah dijangkau seperti daerah dataran rendah. Kondisi ini membuat pembangunan jalan, penghubung antarkecamatan, layanan publik, dan distribusi ekonomi menjadi isu penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dari perspektif tata ruang, Pacitan telah memiliki landasan resmi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pacitan Tahun 2024–2044. Dokumen ini menjadi rujukan penting untuk melihat bagaimana ruang Pacitan diarahkan dalam jangka panjang, termasuk pengelolaan kawasan lindung, kawasan budidaya, jaringan infrastruktur, serta pengembangan wilayah berbasis potensi lokal.***





