Khutbah Jumat: Menciptakan Orang Muda sebagai Pemimpin Masa Depan

Aswaja News-

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِأَدَاءِ الشّرَائِعَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ السَّمِيْعُ الْبَدِيْعُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّمِعُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji milik Allah swt. Alhamdulillah, berkat kenikmatan yang senantiasa Allah berikan kepada kita, nikmat iman, nikmat Islam, juga nikmat sehat wal afiat, kita dapat bertemu pada tempat suci ini untuk beribadah kepada-Nya sebagai tanda syukur atas segala nikmat yang telah kita terima dari-Nya.

Shalawat dan salam, semoga tetap mengalir kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarganya, sahabatnya, tabi’in, dan juga kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya rabbal alamin.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Allah swt memerintahkan kita untuk meningkatkan kepatuhan kita dalam menjalankan segala hal yang telah Ia wajibkan, dan senantiasa terus berupaya menghindari sesuatu yang Ia larang. Sudah seharusnya kita bertakwa kepada-Nya.

Dalam rangka meningkatkan ketakwaan itu, kita perlu untuk menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya, termasuk mempersiapkan orang muda yang akan menjadi penerus kita di masa yang akan datang. Tentu saja hal ini diperlukan dalam rangka mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik dan penuh harmoni ke depannya, terutama dalam menyongsong visi bangsa kita untuk menciptakan generasi Indonesia Emas 2045.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Orang muda, anak-anak kita, para pelajar dan santri merupakan aset besar bangsa ini yang perlu dirawat dan difasilitasi dengan baik. Kita tidak ingin masa depan mereka suram karena kondisi dan situasi yang kita ciptakan hari ini. Kesuksesan mereka di masa yang akan datang tentu tidak tercipta di waktu nanti saja, tetapi semuanya bermula dari sekarang ini yang akan menjadi masa lalu mereka.

Kita sebagai orang tua, guru, pemimpin di tingkatan masing-masing perlu untuk menciptakan kondisi terbaik hari-hari ini untuk masa depan cerah bagi mereka di masa yang akan datang. Peranan kita sangatlah penting untuk itu semua. Karenanya, kita tidak bisa menyepelekan waktu yang terus bergerak. Sedetik hari ini akan sangat berharga untuk waktu panjang mereka.

Karenanya, Allah swt telah memberikan sinyal bagi kita bagaimana untuk tidak menciptakan generasi yang lemah di masa depan. Allah swt mengingatkan hal tersebut supaya kita dapat menciptakan orang muda sebagai generasi Indonesia emas 2045 mendatang. Hal itu difirmankan Allah swt dalam Al-Qur’an surat an-Nisa ayat 9 berikut.

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

Artinya, “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Dalam kitab Tafsir al-Thabari, dijelaskan bahwa yang dimaksud al-sadid dalam ayat di atas merupakan keadilan dan kebenaran. Artinya, hal tersebut menjadi kunci agar kita tidak khawatir terhadap masa depan mereka yang suram, selain ketakwaan kita kepada Allah swt yang perlu untuk selalu ditingkatkan.

Keadilan, kebenaran, dan kejujuran menjadi bagian penting sebagai sikap kita. Itu merupakan mentalitas yang harus dibangun dalam diri kita dan orang muda yang menjadi pelanjut generasi emas di masa depan. Keadilan dalam bersikap ini juga mencakup dalam menghargai multikulturalisme yang ada di Bumi Pertiwi ini. Sebab, kita tahu, betapa Indonesia sangat kaya akan perbedaan, mulai dari bahasa, suku, etnis, hingga agama. Karenanya, Indonesia menekankan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun kita memiliki latar belakang berbeda, tetapi kita berdiri dalam satu atap bernama Indonesia.

Sebab, Nabi Muhammad saw bersabda.

لَا يُؤْمِنُ العَبْدُ حَتّى يُحِبَّ لِأخِيهِ ما يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidaklah seorang hamba beriman sehingga dia mencintai untuk saudaranya, sesuatu yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”

Hadits tersebut mengingatkan kita untuk saling menghargai pilihan masing-masing. Ketika kita saling mencintai dan menghargai, Insyaallah kehidupan harmonis akan tercipta. Dan kehidupan yang harmoni itu dapat mengantarkan kita untuk dapat tenang dan nyaman dalam berkarya, belajar, dan menjalani kehidupan. Dengan begitu, Indonesia Emas 2045 menjadi sesuatu yang sangat niscaya untuk kita wujudkan bersama.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Survei INFID Tahun 2021 mengenai Sikap Generasi Milenial dan Generasi Z Terhadap Toleransi, Kebinekaan, dan Kebebasan Beragama di Indonesia menunjukkan indeks yang positif dalam penghargaan orang muda terhadap keragaman, keagamaan, dan kebinekaan Indonesia. Hampir semua responden bersikap positif terhadap inklusivitas dalam masyarakat. Sikap inklusif ini mendasari usaha-usaha membangun hubungan baik antar warga.

Indeks positif ini tentu perlu untuk terus ditingkatkan. Kita semua harus bersinergi, baik para pemegang kebijakan, orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga dan memperbaiki lingkungan kita dalam menciptakan suasana yang penuh keadilan dan kebenaran. Sikap kita ini menjadi cerminan dan dicontoh oleh anak dan murid kita nantinya.

Oleh karena itu, mari kita sama-sama berikhtiar dan berdoa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, orang muda saat ini adalah pemimpin masa depan. Dan kita semua adalah pelaku dan aktor yang menciptakan cita-cita tersebut dapat terwujud. Semoga kita semua dapat mencapai cita-cita luhur itu sehingga Indonesia semakin maju dan kita semua menjadi individu dan bangsa yang bermartabat di dunia maupun di akhirat. Amin ya Rabbal alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ  

Ustadz Syakir NF, Imam Masjid Baitul Maqdis Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

(IHS)

One thought on “Khutbah Jumat: Menciptakan Orang Muda sebagai Pemimpin Masa Depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *