Inisial S dicari Kejagung, Siapa?

Oleh: Rosadi Jamani (Dosen UNU Kalbar)

Cerita korupsi seperti tak ada habisnya. Ditangkap satu, tumbuh seribu. Ceritanya juga makin aneh-aneh. Korupsi sudah jadi budaya, benar juga sih.

Masih cerita megakorupsi BTS Bakti Kominfo. Pak Menterinya sedang diadili. Cerita di balik kasus itu mulai seradak-seraduk. Tak hanya menyeret Johnny G Plate dan kroninya, mulai menyeret siapa sebenarnya bermain di belakang itu.

Kemarin, ada yang unik dan menyedot perhatian publik. Maqdir Ismail, pengacaranya Irwan Hermawan dari PT Solitech Media Sinergy, menyerahkan uang 1,8 juta dolar atau senilai 27 miliar ke Kejagung. Sampai dua mobil bawanya. Uang itu masih terkait korupsi BTS itu. Ente bayangkan duit sebanyak itu dibelikan cendol, bisa banjir satu komplek.
Kejagung pasti nanya dong. “Lho dapat dari mana tong duit sebanyak itu?” Maqdir menjawab, dari seseorang bernisial S. Waduh, nama istri saya juga awalnya S. Gawat…! Tapi, tak mungkinlah, istri sayakan solehah, baik dan rajin menabung. Lagian banyak di dunia namanya berawalan S. Bakal dicariin Jampidsus tu. Tenang, inisial S tentulah pihak yang ada kaitannya dengan BTS itu. Yang tak merasa, tenang-tenang saja.
Usai menyebut inisial S, Jampidsus Kejagung tak lama-lama, langsung geledah kantor Magdir. Hasilnya, inisial S masih jadi misteri. Inisial S ini pasti kunci utama. Pasti tahu aliran korupsi 8 triliun itu mengalir ke mana saja. Pengacara saja dikasih 1,8 juta dolar, apalagi orang besar yang ikut bermain di proyek itu. Siapa? Nah, saya pun bertanya demikian. Inisial S inilah yang tahu. Makanya sedang diuber Jampidsus. Semoga tidak seperti Harun Masiku yang masih diuber KPK sampai saat ini. Manusia paling sakti sejagad ni. Kalau ketangkap boleh ditimba ilmu belutnya tu.. hehehe.
Ada nama pesohor diduga ikut menikmati uang haram BTS itu. Ada nama suami Puan lah, Kaesang lah. Banyak rumor soal itu. Paling hot Menpora yang masih belia, Dito Ariotedjo pun diduga menikmati uang panas BTS. Ia pun pernah diperiksa Kejagung, dan hasilnya dinyatakan tak terlibat. Publik tak puas, ya mau diapakan.
Kembali ke soal Maqdir Ismail. Setelah nyerahkan uang, kasusnya selesai? Oh..no. Ibarat maling ayam ni, ditangkap korp baju cokelat. Lalu, ayamnya diserahkan, si maling dilepas. Nyaman benar. Inisial S telah nyogok Maqdir, mungkin malu kali dan takut ketahuan, lalu nyerahkan uang itu ke Kejagung. Ketahuan korupsi (disogok), lalu ngembalikan uang, korupsi jadi hilang. Tidak demikian ferguso. Tetap harus diproses. Sekarang, tinggal Kejagung mainkan ni barang. Berharap Kejagung tak pandang bulu. Sikat saja pak!
Saya tak bisa membayangkan ada Kepsek ketahuan pungli PPDB, diviralkan siswanya. Karena ketahuan, lalu Kepsek ngembalikan uang yang dipungli ke Kejari. Apakah selesai? Pasti tidak. Jabatan melayang, reputasi hancur. Malunya ujung rambut sampai ujung kaki, tetap diproses hukum. Padahal punglinya bukan untuk dirinya, melainkan untuk bangun mushola. Itu kalau Kepsek. Karena ini pengacara top, banyak kelitnya. Ia pun tetap bisa ngopi di Plaza Indonesia. Bebas.
Ceritanya cukup di sini. Inisial S masih diuber Jampidsus. Kita tunggu sampai ketangkap. Bila ketangkap, barulah ada cerita lebih panas. Kalau tak ketangkap, ceritanya hanya seputar Johnny G Plate saja. Tak ada tersangka baru. Selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *