AswajaNews – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Ponorogo meluncurkan program Santri Tangguh Bencana (SANGGUB) sekaligus menginisiasi gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan pesantren. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Pakunden, Ponorogo, Kamis (22/10/2026).
Mengusung semangat “Bersama Santri Kuatkan Negeri”, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata LPBI NU Ponorogo dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan santri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Khabib, menyampaikan bahwa kesadaran menjaga lingkungan dan memahami mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di lingkungan pesantren.
Menurutnya, membangun kebiasaan menanam di kalangan generasi muda merupakan salah satu upaya penting untuk menjaga kelestarian alam dan mencegah kerusakan lingkungan di masa mendatang.
Ia juga menjelaskan bahwa program SANGGUB secara khusus menyasar lingkungan pesantren. Melalui program ini, para santri diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kebencanaan sehingga mampu bersikap siap, tanggap, dan tangguh ketika menghadapi situasi darurat.

Pelaksanaan program tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah lembaga dan badan otonom NU, yakni LAZISNU, LP Ma’arif NU, serta RMI NU. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kebencanaan dan gerakan pelestarian lingkungan di lingkungan pesantren.
Program SANGGUB akan dikembangkan melalui empat pilar utama, meliputi edukasi kebencanaan, simulasi tanggap bencana, aksi kemanusiaan, serta peningkatan kapasitas dan ketangguhan santri dalam menghadapi ancaman bencana.
Apel Hari Santri Nasional dan peluncuran kedua program tersebut diikuti ratusan santri, pengasuh pondok pesantren, serta jajaran pengurus NU Ponorogo.
Melalui momentum Hari Santri Nasional ini, LPBI NU Ponorogo berharap pesantren dapat menjadi lingkungan yang tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun budaya sadar bencana, menjaga kelestarian alam, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.





