Aswajanews – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Bungkal bekerja sama dengan Lesbumi NU MWCNU Bungkal serta Banom NU kembali menggelar Lomba Rebana Klasik yang ke-3. Kegiatan berlangsung meriah pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Halaman Masjid Arrahmah, Desa Bedikulon, Kecamatan Bungkal, Ponorogo.
Sebanyak 18 grup rebana dari berbagai desa dan ranting di Kecamatan Bungkal turut ambil bagian dalam perlombaan. Para peserta tampil dengan penuh semangat untuk memperebutkan tropi bergilir Camat Bungkal, tropi tetap, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.
Camat Bungkal, Wasis, AP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Lomba Rebana Klasik bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan seni Islami yang telah menjadi tradisi masyarakat.
“Lomba Rebana Klasik ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melestarikan seni dan budaya Islami yang ada di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin berkembang di Kecamatan Bungkal,” ujar Wasis.
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga serta menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan kreativitas melalui seni yang bernuansa Islami.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Bungkal, Lukmanul Hadi, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Bungkal, NU, serta seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Lukmanul Hadi, Lomba Rebana Klasik memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media untuk menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni Islami.
“Kami dari MWCNU Kecamatan Bungkal sangat mengapresiasi kegiatan Lomba Rebana Klasik ini. Kegiatan seperti ini merupakan ikhtiar bersama untuk merawat tradisi dan seni Islami yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Semoga melalui kegiatan ini ukhuwah semakin kuat, kebersamaan semakin terjalin, dan generasi muda semakin mencintai seni serta budaya yang bernilai positif,” ungkap Lukmanul Hadi.
Ia berharap kegiatan Lomba Rebana Klasik dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Antusiasme masyarakat terhadap perlombaan terlihat sejak awal kegiatan. Masing-masing grup menampilkan kemampuan terbaiknya dengan membawakan lagu-lagu pilihan yang telah dipersiapkan.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, enam grup terbaik berhasil meraih juara, yakni:
Juara 1: AR’ROUDHAH – Kupuk
Juara 2: SYAFA’ATUL UMAM – Bungkal
Juara 3: NURUL QOLBI – Padas
Juara 4: QOLBI YUNADI – Munggu
Juara 5: FIRQOTUN MUKHLISIN – Sambilawang
Juara 6: NURUN NAHDLIYAH – Simo Bediwetan
Lomba Rebana Klasik ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam menghidupkan seni Islami sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebersamaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tradisi rebana klasik di Kecamatan Bungkal dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga seni Islami tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi media untuk mempererat persaudaraan. (Ady)





