Aswajanews – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman Madrasah Grogol pada Rabu, 13 Mei 2026. Bukan sekadar seremoni pelepasan atribut siswa, gelaran Purnawiyata SMP Ma’arif 9 dan MA Ma’arif Al Falah Grogol tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan intelektual dan spiritual yang telah ditempuh oleh para kader muda Nahdlatul UlamUlam

Tahun ini, sebanyak 105 lulusan yang terdiri dari 66 siswa SMP Ma’arif 9 dan 39 siswa MA Ma’arif Al Falah, resmi dinyatakan purna belajar. Prosesi penyematan gordon (tanda kelulusan) menjadi puncak emosional, menandai transformasi mereka dari pencari ilmu menjadi duta-duta almamater di tengah masyarakat.
Dalam pidatonya yang sarat ketulusan, Kepala Madrasah, Miftahul Khoiri,S. PdI menitipkan pesan mendalam kepada para wali santri.
”Pendidikan adalah estafet kepercayaan. Hari ini kami kembalikan putra-putri Bapak/Ibu dengan harapan ilmu yang mereka timba di sini menjadi cahaya. Kami berterima kasih atas kemitraan yang luar biasa ini dan memohon maaf atas segala keterbatasan dalam proses pembentukan karakter mereka,” ungkapnya dengan nada rendah hati.
Gema filosofis hadir melalui sambutan Ketua BP3MNU Grogol, Drs. H. Husen, M.A. Beliau membedah esensi eksistensi lembaga pendidikan di bawah panji Ma’arif. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari angka di atas kertas, melainkan dari sejauh mana sinergi kolektif terbangun.

Dengan tegas menyampaikan: “Ma’arif bersatu kompak, meraih berkah,” tegas beliau.
Kalimat singkat ini menjadi mantra penyemangat bahwa dalam kekompakan seluruh elemen baik guru, wali murid, dan pengurus. terdapat keberkahan yang akan mempermudah jalan para siswa di masa depan.
Kehadiran Sekretaris LP Ma’arif PCNU Ponorogo, Imron Ahmadi, S.Ag., memberikan bobot penguatan tersendiri. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para lulusan yang telah bertahan dan berprestasi di bawah naungan pendidikan Ma’arif.
Beliau juga menyoroti peran strategis masyarakat Desa Grogol.
”Lembaga Ma’arif di Grogol ini adalah milik umat. Dukungan masyarakat adalah energi utama yang menjaga nyala api pendidikan Aswaja tetap terang. Kami mengapresiasi dedikasi warga yang menjadikan SMP Ma’arif 9 dan MA Ma’arif Al Falah ini sebagai pilihan utama bagi putra-putrinya,” jelas Imron Ahmadi.

Acara tidak hanya diisi dengan orasi formal. Panggung purnawiyata berubah menjadi ajang unjuk talenta melalui berbagai tampilan seni yang apik. Siswa-siswi SMP Ma’arif 9 dan MA Ma’arif Al Falah menampilkan kolaborasi yang memadukan khazanah budaya lokal dan nilai-nilai religius.
Pertunjukan seni ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di lingkungan Ma’arif Grogol berhasil menyeimbangkan aspek kognitif (kecerdasan), afektif (karakter), dan psikomotorik (kreativitas).
Selamat jalan para lulusan. Bawalah nama baik almamater, jaga kekompakan, dan jemputlah keberkahan di setiap langkah kaki kalian. (iim)





