AswajaNews – Warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, menggelar kegiatan tradisi Bersih Desa Gajah pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi agenda budaya tahunan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi leluhur.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan ziarah makam sesepuh desa mulai pukul 07.30 WIB. Dalam kegiatan ini, warga bersama tokoh masyarakat diajak mendoakan para leluhur pendiri desa sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka dalam membangun Desa Gajah.
Memasuki siang hari, masyarakat akan disuguhkan pertunjukan kesenian Reog Ponorogo, seni budaya khas daerah yang telah dikenal luas sebagai identitas budaya masyarakat Ponorogo. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB sebagai hiburan sekaligus bentuk menjaga warisan budaya daerah.
Acara dilanjutnya pada malam harinya yakni istighosah bersama mulai pukul 19.00 WIB. Melalui doa bersama tersebut, warga memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi Desa Gajah dan seluruh masyarakatnya.
Sebagai puncak acara, tradisi ruwatan desa akan digelar setelah istighosah. Ruwatan diperkirakan mulai pada pukul 21.30 WIB hingga selesai. Ruwatan merupakan simbol pembersihan desa dari berbagai marabahaya sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat senantiasa diliputi keselamatan dan kesejahteraan.
Melalui kegiatan Bersih Desa ini, masyarakat Desa Gajah berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal dapat terus terjaga. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus memperkuat identitas budaya desa.
Dengan mengusung semangat “Melestarikan Tradisi, Mempererat Persaudaraan, Mewujudkan Desa yang Guyub, Rukun dan Sejahtera”, kegiatan Bersih Desa Gajah diharapkan mampu menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara tradisi, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.
Tradisi Bersih Desa Gajah Hari Ini, Sarat Budaya dan Persaudaraan





