AswajaNews – Malang dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki daya tarik lengkap. Kota ini tidak hanya kuat pada sektor wisata, tetapi juga punya identitas kuliner yang khas serta jejak sejarah yang masih terlihat jelas hingga sekarang.
Perpaduan itulah yang membuat Malang tetap menonjol sebagai tujuan perjalanan, baik untuk wisata keluarga, wisata alam, wisata kota, maupun penelusuran sejarah. Pemerintah Kota Malang sendiri masih menempatkan unsur sejarah, kuliner, dan pariwisata sebagai bagian penting dari citra kota.
Dari sisi wisata, Malang memiliki keunggulan karena didukung kawasan kota dan kabupaten yang sama-sama kaya destinasi. Portal wisata resmi Kabupaten Malang mencatat ada 267 objek wisata yang tersebar di 33 kecamatan, mulai dari pantai, coban, pemandian, wisata agro, desa wisata, hingga situs sejarah. Keragaman ini membuat Malang mampu menjangkau berbagai selera wisatawan, dari pencinta alam hingga pelancong yang mencari pengalaman budaya.
Di bidang kuliner, Malang juga memiliki identitas yang kuat. Pemerintah Kota Malang terus mempublikasikan kuliner khas seperti bakso, rawon, dan cwie mie sebagai bagian dari kekayaan daerah.
Selain itu, Kampung Sanan Tempe di Kota Malang dikenal sebagai sentra produksi tempe dan keripik tempe terbesar di Indonesia. Keberadaan kawasan ini menunjukkan bahwa kuliner Malang tidak hanya hadir sebagai konsumsi harian, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan pengalaman wisata.
Sementara itu, unsur sejarah Malang tetap terasa kuat lewat jejak kota lama dan kawasan heritage. Pemerintah Kota Malang menjelaskan bahwa perkembangan kota tidak lepas dari masa kolonial, dan hingga kini berbagai bangunan serta kawasan bersejarah masih dijaga.
Salah satu yang paling menonjol adalah Kayutangan Heritage, kawasan berbasis budaya yang menyuguhkan bangunan lama, jejak sosial budaya, dan kuliner khas dalam satu ruang yang saling terhubung.***





