AswajaNews – Kota Malang dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang masih menyimpan banyak bangunan bersejarah. Keberadaan bangunan-bangunan itu tidak hanya memperkuat identitas kota, tetapi juga menjadi penanda perjalanan Malang dari masa kolonial hingga berkembang sebagai kota modern. Pemerintah Kota Malang bahkan menempatkan kawasan heritage dan bangunan cagar budaya sebagai bagian penting dari wajah pariwisata kota saat ini.
Salah satu bangunan yang paling menonjol adalah Balai Kota Malang di kawasan Alun-Alun Tugu. Dalam publikasi Dinas Pariwisata Kota Malang, bangunan ini disebut masih mempertahankan keaslian interior kolonialnya, mulai dari pintu, jendela, hingga detail ruang dalam. Balai Kota bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga simbol perkembangan tata kota Malang pada masa Hindia Belanda.
Tak jauh dari sana, ada Stasiun Kota Baru Malang yang juga menjadi penanda penting perkembangan kota. Stasiun ini berkaitan erat dengan pertumbuhan mobilitas, perdagangan, dan konektivitas Malang sejak era kolonial. Hingga kini, kawasan sekitar stasiun masih menjadi salah satu titik yang memperlihatkan bagaimana Malang tumbuh sebagai kota yang terhubung dengan pusat-pusat ekonomi lain di Jawa Timur.
Bangunan bersejarah lain yang kerap disebut adalah Gereja Ijen, Gedung Bank Indonesia, dan Sekolah Cor Jesu. Pemerintah Kota Malang memasukkan bangunan-bangunan tersebut dalam daftar cagar budaya yang ditetapkan untuk dilindungi. Penetapan ini menunjukkan bahwa bangunan bersejarah di Malang tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan membentuk jejak ruang kota yang mencerminkan perjalanan sosial, pendidikan, pemerintahan, dan keagamaan.
Selain bangunan tunggal, Malang juga memiliki kawasan yang kuat nuansa sejarahnya, seperti Kayutangan Heritage dan koridor sekitar Alun-Alun Tugu. Pemerintah kota terus mendorong integrasi kawasan heritage ini agar warisan sejarah tidak hilang di tengah pembangunan modern. Dengan demikian, bangunan-bangunan bersejarah di Malang bukan sekadar peninggalan lama, tetapi saksi hidup perjalanan kota yang masih relevan hingga sekarang.***





