AswajaNews – Blitar memiliki ragam destinasi yang membuat daerah ini tetap menarik dikunjungi sepanjang tahun. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar menegaskan bahwa wilayah ini menawarkan perpaduan wisata alam, sejarah, dan budaya yang saling melengkapi. Kombinasi inilah yang membuat pilihan wisata di Blitar tidak bertumpu pada satu jenis tujuan saja, melainkan tersebar dari kawasan pantai hingga situs bersejarah.
Salah satu destinasi yang paling lekat dengan Blitar adalah Candi Penataran. Situs ini telah lama dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur dan berada di lereng barat daya Gunung Kelud. Nilai sejarahnya membuat Candi Penataran tetap relevan dikunjungi, tidak hanya oleh wisatawan umum, tetapi juga pelajar dan pencinta sejarah yang ingin melihat langsung warisan masa klasik Jawa Timur.
Untuk wisata keluarga, Kampung Coklat masih menjadi salah satu tujuan populer di Kabupaten Blitar. Situs resmi Pemkab Blitar menyebut lokasinya berada di Desa Plosorejo, Kademangan, dan dikenal sebagai salah satu referensi wisata yang cukup populer. Daya tariknya terletak pada konsep wisata edukasi, kuliner, dan rekreasi yang membuat tempat ini tetap ramai pada hari biasa maupun musim liburan.
Blitar juga kuat pada wisata pesisir. Pantai Tambakrejo disebut Disbudpar Kabupaten Blitar sebagai pantai yang banyak dikunjungi, dengan teluk panjang, pasir putih, dan ombak yang relatif tidak terlalu besar. Selain itu, Pantai Serang di Desa Wisata Serang dikenal sebagai ikon wisata Blitar dengan pemandangan sunset yang menonjol, bahkan dalam profil Jadesta disebut memiliki gugusan pantai lain di sekitarnya. Karakter alam seperti ini membuat wisata pantai di Blitar tetap punya daya tarik lintas musim.
Di wilayah kota, wisata sejarah kebangsaan juga tetap penting. Istana Gebang, yang dikelola Pemerintah Kota Blitar, menjadi salah satu tujuan yang erat dengan jejak Bung Karno. Data Kota Blitar juga menunjukkan pengunjung Istana Gebang dan Makam Bung Karno masih dicatat sebagai bagian penting statistik pariwisata daerah. Itu menandakan bahwa wisata sejarah di Blitar tetap punya tempat tersendiri di tengah perubahan tren perjalanan.***





