AswajaNews – Tulungagung selama ini lebih sering dikenal lewat pantai selatan dan industri marmernya. Namun, daerah ini juga menyimpan jejak sejarah serta lokasi wisata religi yang layak dikenal lebih dekat.
Keberadaan candi, pertapaan, hingga situs budaya menunjukkan bahwa Tulungagung memiliki lapisan sejarah yang tidak hanya penting bagi identitas daerah, tetapi juga menarik untuk pengembangan wisata berbasis edukasi dan spiritual.
Profil daerah yang dipublikasikan pemerintah juga menegaskan bahwa Tulungagung memiliki akar sejarah panjang sejak masa ketika wilayah ini masih dikenal sebagai Ngrowo.
Salah satu situs sejarah yang menonjol adalah Candi Penampihan. Data cagar budaya Kemendikbud menyebut kompleks ini memiliki nilai sejarah penting karena ditemukan prasasti yang berkaitan dengan masa Mataram Kuna.
Informasi tersebut memperlihatkan bahwa Candi Penampihan bukan sekadar bangunan tua, melainkan bagian dari jejak sejarah Jawa Timur yang lebih luas. Keberadaannya menjadikan Tulungagung punya warisan arkeologis yang patut diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah lokal secara lebih mendalam.
Selain itu, ada pula Candi Ampel yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten. Dalam data resmi Kemendikbud, Candi Ampel diperkirakan berasal dari masa klasik, kemungkinan era Majapahit atau awal abad ke-15 Masehi. Fakta ini memperkuat pandangan bahwa Tulungagung memiliki sebaran situs bersejarah yang cukup penting, meski belum selalu dikenal luas oleh publik di luar daerah.
Untuk wisata religi, Goa Tan Tik Sioe di kawasan Sendang menjadi salah satu lokasi yang kerap disebut. Portal Jadesta Kementerian Pariwisata menjelaskan tempat ini sebagai goa pertapaan di lereng Gunung Wilis dengan ruang-ruang yang dahulu digunakan untuk tamu, tidur, hingga bersemedi.
Nuansa spiritual dan sejarah lokal yang melekat membuatnya tidak hanya menarik bagi peziarah, tetapi juga bagi wisatawan yang tertarik pada budaya dan kisah setempat.
Deretan situs tersebut menunjukkan bahwa Tulungagung tidak hanya kaya wisata alam, tetapi juga memiliki destinasi sejarah dan religi yang bernilai. Bila dikenalkan lebih luas dengan informasi yang tepat, situs-situs ini dapat menjadi pintu masuk untuk memahami wajah Tulungagung dari sisi yang lebih dalam: sejarah, kepercayaan, dan warisan budayanya.***





