Petilasan Raden Tumenggung Notopuro di Pacitan, Jejak Sejarah Bupati Pertama dan Cikal Bakal Kabupaten Pacitan

AswajaNews – Di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan (Jawa Timur), terdapat sebuah situs bersejarah yang dikenang sebagai petilasan Raden Tumenggung Notopuro — tokoh yang dianggap sebagai Bupati pertama Pacitan dan pendiri wilayah administrasi Pacitan. Situs ini menjadi bagian penting dari narasi sejarah lokal dan terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Petilasan Raden Tumenggung Notopuro terletak di RT 01/RW 01, Dusun Ngerjoso, Desa Sukoharjo, yang menjadi saksi sejarah berdirinya Pacitan sebagai wilayah pemerintahan formal. Menurut penuturan juru kunci lokal dan catatan tradisi lisan, **Notopuro diangkat menjadi Bupati (Tumenggung) pertama Kabupaten Pacitan pada sekitar tahun 1745 hingga 1757, ketika wilayah Pacitan masih berada dalam kekuasaan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dokumen arsip resmi daftar bupati Pacitan juga mencatat bahwa Raden Tumenggung Notopoero (alias Notopuro) adalah pejabat pertama yang menjabat sebagai Bupati Pacitan sejak 1745 — menjadikannya tokoh penting dalam sejarah administrasi daerah ini.

Petilasan: Sumur Njero dan Peninggalan Kadipaten

Beberapa peninggalan fisik di lokasi petilasan yang masih dapat dilihat hingga kini antara lain:

Sumur Njero — sebuah sumur yang berada pada area petilasan dan dianggap sebagai bagian penting dari situs serta digunakan dalam tradisi adat lokal seperti Ritual Tirto Wening saat Hari Jadi Pacitan setiap tahun. Sumur ini dikenal karena airnya yang dianggap tak pernah habis, bahkan di musim kemarau panjang.

Batu umpak kuno — sisa fondasi bangunan masa kadipaten dahulu yang diperkirakan menjadi bagian dari struktur pemerintahan awal Pacitan.

Menurut masyarakat desa, kedua artefak ini menjadi simbol keberkahan sekaligus bukti sejarah bahwa area tersebut merupakan cikal bakal pemerintahan Pacitan sejak masa awal terbentuknya pemerintahan lokal.

Petilasan Raden Tumenggung Notopuro tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan budaya warga setempat. Setiap tahun, terutama saat perayaan Hari Jadi Pacitan, sejumlah tradisi digelar di lokasi ini, termasuk pengambilan air dari Sumur Njero untuk prosesi adat yang melibatkan masyarakat luas. Tradisi tersebut mencerminkan penghormatan komunitas terhadap sejarah awal berdirinya Pacitan sebagai kabupaten.

Selain itu, situs ini sering menjadi tempat ziarah warga—termasuk pelajar yang datang untuk mengenang jasa Notopuro dan mempelajari sejarah daerah sejak masa pemerintahan awal.

Bagi warga Pacitan, petilasan ini bukan sekadar reruntuhan dari masa lampau, tetapi juga identitas awal pemerintahan lokal yang terus dipertahankan dan dihormati generasi ke generasi. Keberadaan situs ini turut memperkaya narasi sejarah Pacitan, yang tidak hanya dikenal sebagai “Kota 1001 Goa” dan pesisir selatan Jawa Timur, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki asal-usul administrasi yang kuat sejak abad ke‑18.

Petilasan Raden Tumenggung Notopuro di Desa Sukoharjo merupakan salah satu situs bersejarah yang penting di Kabupaten Pacitan. Lokasi ini menjadi saksi kehidupan dan pemerintahan Bupati pertama Pacitan serta menjadi simbol awal berdirinya administrasi pemerintahan di wilayah tersebut. Peninggalan seperti Sumur Njero dan batu fondasi kuno tetap dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari tradisi, adat, dan sejarah lokal yang terus hidup hingga saat ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D