Kekeringan Meluas di Slahung, LPBI NU Ponorogo dan FKPSB Salurkan Air Bersih untuk 3 Desa

AswajaNews – Dampak kemarau panjang di Kabupaten Ponorogo semakin meluas. Sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Ponorogo bersama Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri (FKPSB) Kecamatan Slahung menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut didistribusikan ke tiga desa di Kecamatan Slahung, yakni Desa Caluk, Desa Tugurejo, dan Desa Menggare. Kegiatan ini diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 300 jiwa yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Ketua LPBI NU Kabupaten Ponorogo, Khusnul Khabib, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para donatur, terutama Lazisnu Ponorogo, yang terus mendukung upaya kemanusiaan bersama LPBI NU.

“Kami berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Lazisnu Ponorogo yang senantiasa bergerak bersama kami dalam membantu masyarakat,” ungkap Khusnul Khabib.

Selain memberikan bantuan langsung, Khusnul Khabib yang akrab disapa Habib juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah perubahan iklim dan kondisi kemarau yang semakin ekstrem.

Menurutnya, menjaga kelestarian hutan dan lingkungan merupakan langkah penting dalam mempertahankan ketersediaan sumber air. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penebangan maupun pembakaran hutan, mengingat hutan memiliki peran penting sebagai penyerap dan penyimpan air alami.

“Harapannya, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga alam. Mari bersama-sama merawat lingkungan dengan tidak menebang atau membakar hutan, karena hutan merupakan sumber penyimpanan air yang sangat penting,” pesannya.

Kegiatan bakti sosial ini bukan kali pertama dilakukan oleh LPBI NU Ponorogo. Aksi tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah kehidupan umat.

Kedatangan armada pengangkut air bersih disambut dengan penuh antusias dan rasa syukur oleh warga penerima bantuan. Sutini, salah seorang warga Dusun Menggare yang terdampak kekeringan, mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Ia menuturkan, ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan, khususnya oleh kaum perempuan yang setiap hari menggunakannya untuk berbagai keperluan domestik.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat meringankan beban kami, terutama bagi perempuan yang membutuhkan banyak air untuk memasak, mencuci, dan mandi,” ujar Sutini.

Melalui kolaborasi LPBI NU Ponorogo, Lazisnu, dan FKPSB Slahung, diharapkan bantuan air bersih tersebut dapat membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga warga selama beberapa waktu ke depan, hingga musim penghujan tiba.

Sinergi berbagai pihak ini menjadi bukti nyata pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi dampak kekeringan, sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat yang tengah mengalami krisis air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *