AswajaNews – Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo resmi menandatangani perjanjian kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dalam bidang Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa.

Penandatanganan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis KBRI Kuala Lumpur yang menggandeng 102 perguruan tinggi di Indonesia untuk bersama-sama berperan aktif dalam peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia.
Kerjasama ini berfokus pada pendampingan pendidikan di 74 Sanggar Bimbingan KBRI yang tersebar di berbagai wilayah Malaysia. Saat ini, sanggar-sanggar tersebut menampung lebih dari 2.500 anak migran, mayoritas berasal dari keluarga pekerja migran yang berstatus tidak berdokumen (undocumented).
Keberadaan sanggar ini menjadi solusi cepat dan konkret untuk memastikan anak-anak migran tetap mendapatkan akses pendidikan dasar meskipun menghadapi keterbatasan legalitas.
Rektor INSURI Ponorogo, Dr. M. Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I, menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa INSURI dalam PKM di luar negeri tidak hanya memperluas wawasan dan pengalaman mereka, tetapi juga merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam diplomasi kemanusiaan.

“Melalui kerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur, mahasiswa INSURI berkesempatan untuk mengabdikan diri secara langsung dalam persoalan kemanusiaan global, khususnya pendidikan anak-anak migran. Ini adalah momentum penting bagi kampus untuk menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosialnya sekaligus memperkuat peran INSURI di kancah internasional,” ungkapnya.
Kerjasama ini juga menjadi bagian dari komitmen KBRI Kuala Lumpur untuk melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mengatasi persoalan pendidikan anak migran. Dengan sinergi antara 102 kampus dan 74 sanggar, upaya mencerdaskan generasi bangsa di perantauan diharapkan semakin efektif, inklusif, dan berkelanjutan.***
Penulis: ADJ
Editor: Dani





