AswajaNews – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) turut berpartisipasi dalam rapat koordinasi pembentukan Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) Kabupaten Ponorogo.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, di Aula Bantarangin, Gedung Graha Krida Praja Lantai II Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat dan mengoptimalkan keberadaan Tim Pesantren Tangguh Bencana di Kabupaten Ponorogo.

Dalam kegiatan tersebut, LPBI NU Ponorogo diwakili oleh Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Habib, sedangkan RMI NU diwakili oleh Gus Moch Ikhwanusshofa. Kehadiran kedua lembaga tersebut turut memperkuat kolaborasi antara pesantren, organisasi keagamaan, dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta kapasitas menghadapi berbagai risiko bencana.
Rangkaian kegiatan dibuka oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Bambang Suhendro. Dalam forum koordinasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, ditetapkan sebagai Ketua Tim Pesantren Tangguh Bencana Kabupaten Ponorogo.
Pembentukan Pesantren Tangguh Bencana diharapkan mampu memperluas peran pesantren, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemampuan dalam upaya pencegahan bencana, peningkatan kesiapsiagaan, mitigasi risiko, penanganan kondisi darurat, hingga proses pemulihan setelah bencana.

Keterlibatan LPBI NU dan RMI NU dalam agenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi pesantren sebagai salah satu unsur penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Mengingat keberadaan pesantren yang cukup banyak di Kabupaten Ponorogo, peningkatan kapasitas kebencanaan di lingkungan pesantren menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo, BPBD, LPBI NU, RMI NU, dan seluruh unsur pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya lingkungan pesantren yang lebih aman, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Ponorogo.

LPBI NU dan RMI NU Ponorogo, Bersama Membangun Pesantren Tangguh, Masyarakat Tangguh, dan Ponorogo Tangguh.





