AswajaNews – Setelah merancang berbagai program strategis dalam Muskercab II pada 23 Mei 2026 lalu, LPBI NU Ponorogo mulai merealisasikan gerakan nyata di lapangan melalui aksi penanaman pohon massal dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan Bersama NU” tersebut diselenggarakan bersama NU Care-LAZISNU Ponorogo secara serentak di dua lokasi, yakni Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan.
Aksi penghijauan dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai dengan melibatkan relawan dan berbagai elemen masyarakat sekitar.

Pemilihan kedua lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Selain berada di kawasan yang dekat dengan sumber pengairan, keberadaan kader-kader NU setempat dinilai mampu mendukung proses perawatan dan pemantauan pertumbuhan pohon dalam jangka panjang.
Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Khabib, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mendorong semangat dalam pengelolaan limbah melalui inovasi pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam.
“Melalui pemanfaatan ban bekas ini, kami ingin menggabungkan gerakan penghijauan dengan upaya pengurangan limbah. Ban merupakan jenis sampah yang sulit terurai, sehingga pemanfaatannya sebagai media tanam menjadi solusi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan ban bekas tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mempercantik area penanaman dan memberikan nilai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya prinsip daur ulang dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya NU Care-LAZISNU Ponorogo, Karang Taruna Mumpuni Desa Sukosari, Banser, serta para relawan lingkungan dari Desa Tanjungsari.
Sementara itu, perwakilan LAZISNU Ponorogo, Jam’un Haidar, mengapresiasi semangat para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Ini menjadi pemacu semangat para relawan yang hadir untuk terus menghijaukan lingkungan demi ketersediaan udara bersih bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

Menurutnya, slogan “Dari Bumi, Untuk Bumi, Bersama NU” menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
Dalam aksi tersebut, para relawan menanam sedikitnya 62 bibit alpukat, 20 bibit kakao, serta sejumlah bibit tanaman bunga. Pemilihan jenis tanaman produktif ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui penghijauan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
Melalui gerakan sederhana namun berdampak besar ini, LPBI NU dan NU Care-LAZISNU Ponorogo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat.
Aksi penanaman pohon dan pemanfaatan limbah ban bekas menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan manfaat besar bagi bumi dan masa depan.






