AswajaNews – Kabupaten Mojokerto memiliki posisi geografis yang penting di Jawa Timur karena berada di kawasan daratan yang dekat dengan aliran Sungai Brantas dan jalur utama penghubung antardaerah. Letaknya membuat Mojokerto berkembang sebagai wilayah yang tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga strategis dalam pertanian, industri, pariwisata, dan konektivitas regional.
Secara administratif, Kabupaten Mojokerto berbatasan dengan Lamongan dan Gresik di utara, Malang di selatan, Jombang di barat, serta Sidoarjo dan Pasuruan di timur. Posisi ini menempatkan Mojokerto dalam lingkar kawasan ekonomi penting Jawa Timur, terutama karena jaraknya relatif dekat dengan Surabaya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan provinsi.
Karakter geografis Mojokerto cukup beragam karena wilayahnya tidak memiliki pantai, tetapi dikelilingi oleh kawasan sungai, dataran rendah, dan lereng pegunungan. Pemerintah Kabupaten Mojokerto mencatat daerah ini berada di wilayah daratan yang dikelilingi sungai, dengan 18 kecamatan yang tersebar dari kawasan dataran rendah hingga daerah pegunungan seperti Pacet dan Trawas.
Sungai Brantas menjadi salah satu elemen penting dalam membaca geografi Mojokerto. Aliran sungai dan dataran subur di sekitarnya ikut membentuk pola permukiman, pertanian, dan perkembangan ekonomi masyarakat. Karena itu, kawasan Brantas tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan masyarakat Mojokerto.
Di sisi selatan, lanskap Mojokerto berubah menjadi kawasan lereng pegunungan yang berhawa lebih sejuk. Daerah seperti Pacet dan Trawas dikenal memiliki potensi wisata alam, pertanian dataran tinggi, sumber air, serta panorama pegunungan yang menjadikannya tujuan wisata dan peristirahatan bagi warga Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.
Mojokerto juga memiliki kekuatan besar dari sisi sejarah melalui kawasan Trowulan. Wilayah ini dikenal sebagai pusat peninggalan Kerajaan Majapahit, sehingga menjadi magnet wisata sejarah dan edukasi. Keberadaan situs, museum, dan jejak arkeologis di Trowulan membuat Mojokerto memiliki identitas geografis yang menyatu dengan memori kejayaan masa lalu Nusantara.
Selain sejarah dan wisata alam, pertanian tetap menjadi bagian penting dari wajah Kabupaten Mojokerto. Data pemerintah daerah menunjukkan penggunaan lahan di Mojokerto mencakup area pertanian, hutan, perkebunan, permukiman, dan industri, meski dari waktu ke waktu sebagian lahan mengalami peralihan fungsi menjadi permukiman, bangunan, kawasan industri, dan jalan.
Dengan kedekatan ke Surabaya, akses menuju Sidoarjo, Pasuruan, Jombang, dan Malang, serta kombinasi antara kawasan Brantas, lereng pegunungan, industri, pertanian, dan Trowulan, Kabupaten Mojokerto memiliki peran regional yang kuat. Daerah ini bukan hanya ruang penyangga kota besar, tetapi juga simpul geografis yang menghubungkan ekonomi modern, lanskap alam, dan warisan Majapahit dalam satu wilayah.***





